nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Jual Naik, Petani Karet Banyuasin Apresiasi Kinerja Pemerintah

Anggun Tifani, Jurnalis · Sabtu 09 Maret 2019 17:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 09 1 2027850 harga-jual-naik-petani-karet-banyuasin-apresiasi-kinerja-pemerintah-PePFT7dLi1.jpg Presiden Joko Widodo. Foto: Anggun Tifani/Okezone

BANYUASIN - Kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk bersilaturahmi dengan petani karet di Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan, mendapatkan apresiasi langsung dari para petani, Sabtu (9/3/2019).

Kegiatan yang diwadahi oleh Kementerian Pertanian (Kementan) RI ini, dipadati para petani sejak pagi hari. Rata-rata dari mereka yang datang berpakaian rapi dengan mengenakan batik.

Salah seorang petani, Farid Bani Adam mengaku bersyukur atas kinerja pemerintah yang berhasil menaikan harga jual karet. Diakuinya perubahan tersebut sangat menguntungkan petani karet.

"Sudah 20 tahun pegang karet, sebulan yang lalu dengan harga sekarang berbeda bangat. Sebulan kemarin Rp5.000 sekarang bisa dijual Rp8.000 sampai Rp9.000," ujar Bani saat menjawab pertanyaan Jokowi.

Tak ayal jawaban yang dilontarkan Bani mendapatkan tepuk tangan riuh dari ribuan petani yang hadir. Di hadapan Jokowi, Bani mengungkapkan agar harga tersebut dapat terus stabil.

 

"Ya sekarang Alhamdulillah bangat penghasilan kita jadi lebih baik. Cuma kalau bisa harganya tetap segitu, atau malah naik lagi Pak kalau bisa," kata Bani.

Hal serupa juga dirasakan Ali, petani yang sempat berbincang dengan Presiden. Jokowi sempat bertanya kepada petani karet rakyat tersebut. "Barusan saya bisik-bisik sama salah satu petani Pak Ali namanya. Saya tanya gimana harga karet, dia bilang Alhamdulillah Pak dulu Rp4000 - Rp5000, sekarang mulai masuk Rp 8 ribu," kata Jokowi menceritakan.

Dikatakan Jokowi, saat ini harga karet di hampir tiap negara sedang kurang stabil. Namun begitu, Jokowi meyakinkan bahwa pemerintah akan tetap berupaya untuk menstabilkan harga karet rakyat.

"Permintaan turun, harga juga turun termasuk karet juga sama. Ini problem besar kita karena ekonomi dunia belum normal. Tapi khusus untuk karet kita sudah berupaya beberapa tahun ini. Memang tidak mudah karena karet produsen terbesarnya di Indonesia, Malaysia, dan Thailand," jelas Jokowi.

Jokowi mengatakan, pihaknya telah menjalin komunikasi dengan sejumlah negara penghasil karet. Komunikasi yang tengah dilakukannya, diharapkan dapat terus mempengaruhi kenaikan harga karet.

"Kita bekerjasama untuk mengendalikan agar supply ke pasar bisa diturunkan barangnya. Ngomong ke negara lain itu tidak mudah, tapi Alhamdulillah kita sudah bicara dua minggu lalu sehingga harga karet ini terdongkrak naik," tuturnya.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini