TANGERANG - Pedangang Kaki Lima (PKL) yang kerap menggelar lapaknya di Kawasan Industri Panarub, Pasar Baru, Kota Tangerang, tak jera usai berkali-kali ditertibkan Satpol PP Kota Tangerang. Keberadaan PKL ini, hampir tiap hari menimbulkan kemacetan.
Pantauan Okezone, PKL menggelar lapaknya di sepanjang trotoar dengan berbagai macam dagangannya. Ada yang menjual buah-buahan, baju, makanan ringan dan sebagainya.
Salah seorang pengendara motor yang kerap melintas di daerah tersebut, Imah (24) mengaku kesal dengan membandelnya PKL tersebut. Dia pun mengetahui bahwa para pedagang yang mangkal di lokasi itu sudah sering ditertibkan aparat.
"Kesel banget, bikin macet. Sudah dari dulu dan kayaknya sering banget dirazia Satpol PP, tapi tetap aja masih pada mangkal di situ," ujar Imah kepada Okezone.
Imah menambahkan, dirinya sudah jengah dengan keengganan para PKL yang tak mengindahkan hak pengguna jalan. Apalagi menurutnya, kemacetan akan semakin parah ketika jam pulang kerja.
"Nyari nafkah kan juga enggak harus pakai cara rebut hak orang kayak gitu. Itu kan hak pengguna jalan, karena ada mereka jadi macet, orang yang mau jalan buat pada pulang dari pabrik, malah trotoarnya dipakai buat mereka dagang. Bahayain pengguna jalan, bikin ribet pengendaranya juga," ucapnya.
Sementara, salah seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya berdalih bahwa apa yang dilakukannya telah diizinkan oleh aparat sekitar.
"Sudah lama dagang di sini. dibolehin kek enggak apa-apa dagang di sini," ujarnya sedikit enggan sebab saat dipertanyakan hal itu, ada seorang pria yang nampak berlalu lalang mengawasi tiap pedagang.
Mengantisipasi hal tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kota Tangerang Ghufron Falfeli mengatakan, pihaknya sejauh ini tak kenal lelah untuk menertibkan PKL.
"Memang itu kan sudah dari jaman dulu ya PKL itu. Sekarang tindakan kita baru berupa pengusiran aja. Sementara untuk sekarang, Pol PP tidak boleh capek, tidak boleh mengeluh karena di sini juga petugas belum ada arahan solusi untuk relokasi," ucap Ghufron.
Ghufron mengatakan, pihaknya pun saat ini tengah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengangani hal tersebut.
"Kita sudah koordinasi dengan PT Panarub, karena kebanyakan yang belanja di PKL itu kan karyawan mereka. Jadi kita mengharapkan apa ada solusi PKL ini bisa jualan di parkiran mereka atau lahan milik mereka yang masih lapang gitu, kita sedang koordinasikan hal ini," ujar dia.
Namun, Ghufron belum dapat memastikan pembahasan mengenai relokasi tersebut akan segera selesai. Sebab menurutnya, untuk membicarakan hal tersebut pihaknya harus bekerja sama dengan berbagai macam dinas terkait.
"Kita perlu koordinasi juga dengan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang lain. Seperti untuk mengatasi kemacetan ini kita harus koordinasi dengan polisi atau Dishub. Sudah dua bulan belakangan ini dibicarakan, selesainya kapan kita belum bisa pastikan kapan. Ini kan juga tergantung atasan kita," kata Ghufron.
(Fiddy Anggriawan )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.