nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mahfud MD Dijadwalkan Sampaikan Orasi Kebangsaan di Simpang Lima Semarang

Taufik Budi, Jurnalis · Senin 11 Maret 2019 18:21 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 11 512 2028562 mahfud-md-dijadwalkan-sampaikan-orasi-kebangsaan-di-simpang-lima-semarang-9yOETsEiav.jpg Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD (Foto: Dok. Okezone)

SEMARANG - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD dijadwalkan menyampaikan orasi kebangsaan di Lapangan Simpang Lima, Semarang, Jawa Tengah pada Minggu 17 Maret 2019 mendatang. Acara itu bertujuan menggelorakan semangat nasionalisme pada masyarakat utamanya generasi muda.

Selain Mahfud MD, juga terdapat sejumlah tokoh yang akan mengisi orasi yakni Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Terdapat pula tokoh-tokoh agama di antanya KH. Maimun Zubair, Habib Luthfi bin Yahya, Gus Muwafiq, KH Munif Zuhri, KH Ahmad Daroji, Uskup Rubiatmoko (Keuskupan Agung Semarang), Pendeta Eka Laksa (PGI), Nyoman Suraharta (PHDI), Go Boen Tjien (Matakin) dan Pujianto (Walubi).

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa Tengah Achmad Rofai mengatakan kegiatan tersebut akan dihadiri oleh seluruh elemen masyarakat sebagai wujud keberagaman Indonesia. Diperkirakan 130 ribu orang akan berdatangan untuk mengikuti Apel Kebangsaan bertema 'Kita Merah Putih' tersebut.

"Apel Kebangsaan ini akan melibatkan seluruh komponen yang ada di Jateng, seperti santri, pramuka, linmas, pekerja, petani, nelayan, pelajar, seniman, mahasiswa, pelajar, tokoh lintas agama hingga olahragawan dan kelompok difabel," ujarnya kepada wartawan di Kantor Badan Kesbangpol, Senin (11/3/2019).

Mahfud MD

Achmad mengatakan, kegiatan ini akan dibagi dalam dua segmen, dan dimulai pukul 06.00 WIB. Segmen pertama yakni Suara Kebangsaan dan segmen kedua Orasi serta Deklarasi Kebangsaan. Terdapat 4 panggung dengan panggung utama di Lapangan Simpang Lima, kemudian panggung di Jalan Pahlawan, Jalan Pandanaran, dan Jalan Ahmad Yani.

"Tokoh-tokoh kita pilih karena komitmen dan perhatiannya pada pembangunan semangat nasionalisme dan kebangsaan. Seni dan budaya yang ditampilkan pun yang memperlihatkan keberagaman Indonesia," kata Achmad.

Dia juga menegaskan bahwa kegiatan ini tidak ada keterkaitan dengan pemilihan presiden ataupun pemilihan legislatif.

"Tidak ada atribut yang berkaitan dengan pilpres atau pileg, yang ada hanya merah putih. Semua nanti pakai ikat kepala merah putih. Ini hanya kebetulan saja pelaksanaannya mendekati pemilu, tapi tidak ada kaitannya," tuturnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini