nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dikira Ubi Kayu, Tukang Batu Bata Ternyata Temukan Mortir

Herman Amiruddin, Jurnalis · Senin 11 Maret 2019 02:08 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 11 609 2028206 dikira-ubi-kayu-tukang-batu-bata-ternyata-temukan-mortir-Y2qIdmWuwU.jpg Tukang batu merah temukan mortir, yang awalnya dikira ubi kayu. (Ist)

MAKASSAR – Ditemukan benda yang diduga mortir di belakang rumah warga di Kampung Butta Le'lenga Dusun Sogaya Desa Julupa'mai Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Penemuan mortir ini dibenarkan Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani. Ia mengatakan benda yang diduga mortir ditemukan di belakang rumah warga yang bernama Sukri Dg Limpo (40) seorang pembeli batu bata merah. Warga tersebut awalnya mengira mortir itu sebagai ubi kayu.

"Saat ditemukan oleh tukang pembuat batu merah tepatnya di dalam tanah olahan pembuatan batu merah," kata Dicky kepada Okezone, Minggu (10/3/2019).

Tim Penjinak Bom (Jibom) Polda Sulsel kemudian dikerahkan untuk membawa perlengkapan alat deteksi, alat proteksi, alat penjinak, dan alat pendukung.

Dicky menuturkan, setelah tim Jibom tiba barang bukti ditemukan satu buah mortir dengan panjang 30 cm dan diameter 6 cm.

Ia menjelaskan, orang yang pertama menemukan adalah Sukri Dg Limpo di gundukan tanah olahan untuk bahan pembuatan batu merah yang dibelinya.

Tim Jibom Polda Sulsel periksa temuan mortir. (Herman Amiruddin/Okezone)

Saksi membeli tanah tersebut dari Kampung Panjojjo Desa Lassang Kecamatan Polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar, pada Rabu 6 Maret 2019, sekira pukul 09.00 Wita.

Kemudian Sabtu 9 Maret 2019 pukul 09.00 Wita, Sukri Dg. Limpo curiga.

"Nanti yang bersangkutan (Sukri Dg Limpo) hendak mengolah timbunan tersebut dan menemukan sesuatu yang dikira adalah ubi kayu," ucapnya.

(Baca Juga : Temuan Mortir di Bandung Diduga Sisa Perang Dunia II, Daya Ledaknya Mematikan)

Selanjutnya kata Dicky, Sukri mengambil benda tersebut kemudian merendam di kolam samping rumahnya. Lalu berselang 2 jam kemudian benda tersebut dimasukkan dalam karung dan menyimpannya di dekat tempat pembuatan batu merahnya.

"Jadi merendam dengan air benda yang diduga mortir karena merasa takut dan mencuci benda tersebut untuk meyakinkan dirinya benda apa yang telah ditemukannya," kata Dicky.

(Baca Juga : Total 119 Mortir Ditemukan di Halaman Rumah Warga Bandung, Pencarian Dihentikan)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini