nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dibuka Presiden, Raker Kemendag 2019 Dorong Peningkatan Nilai Tambah dan Daya Saing

Anggun Tifani, Jurnalis · Selasa 12 Maret 2019 16:33 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 12 1 2028965 dibuka-presiden-raker-kemendag-2019-dorong-peningkatan-nilai-tambah-dan-daya-saing-v7uOumWeKO.jpg Foto: Okezone

TANGERANG - Kementerian Perdagangan RI (Kemendag) resmi membuka rapat kerja (raker) tahun 2019, yang bertajuk "Meningkatkan Perdagangan Bernilai Tambah dan Berdaya Saing", di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Selasa (12/3/2019).

Kegiatan peresmian pembukaan raker tahun ini ditandai dengan pemukulan gong, yang langsung dilakukan oleh Presiden RI Joko Widodo dengan didampingi Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

Selain itu, 422 peserta yang terdiri atas Pejabat Eselon I, II, dan III Kemendag, juga para perwakilan perdagangan dari luar negeri, dan kepala dinas provinsi yang membidangi perdagangan juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Enggar mengatakan, raker yang diadakan pihaknya bertujuan mewujudkan cita-cita perdagangan Indonesia pada tahun 2019, yang siap menghadapi berbagai tantangan global dan domestik.

"Raker tahun ini akan menekankan pada upaya menjalin sinergitas antar kementerian dan lembaga, pemda, dan pelaku usaha dalam merumuskan langkah-langkah pencapaian target kinerja Kemendag di  2019. Dengan tema yang diusung tahun ini, kami ingin mewujudkan cita-cita Indonesia agar menjadi lebih unggul dan berdaya saing dalam persaingan global,” ujar Enggar sebelum membuka acara.

Dipaparkannya, target kinerja sektor perdagangan tahun 2019 yakni menjaga tingkat inflasi pada angka 3,5 persen, meningkatkan pertumbuhan ekspor nonmigas 7,5 persen, dan membangun atau merevitalisasi 1.037 pasar rakyat.

Atas dasar itu, Enggar menekankan Raker Kemendag 2019 akan membahas lebih mendalam tentang berbagai upaya yang telah dijalankan selama ini, untuk mewujudkan peningkatan nilai tambah dan daya saing perdagangan Indonesia, yaitu dengan cara optimalisasi distribusi perdagangan, optimalisasi peran ekonomi digital, dan pengembangan perdagangan luar negeri terpadu.

Menurut Enggar, hal itu telah terbukti dengan adanya optimalisasi distribusi perdagangan yang dilakukan dengan membangun serta merevitalisasi 5.000 pasar rakyat secara fisik maupun nonfisik

"Kita memanfaatkan gerai maritim untuk menurunkan disparitas harga dan dapat menjangkau daerah terpencil, terluar, tertinggal, dan perbatasan, serta menjadikan sistem resi gudang menjadi bagian dari upaya stabilisasi harga bahan pokok dan mendorong kinerja ekspor komoditas. Selain itu, unit metrologi legal harus mendorong standardisasi sarana perdagangan agar sektor perdagangan semakin berkualitas dan berdaya saing," jelasnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga menekankan optimalisasi peran ekonomi digital, yang dilakukan dengan mendorong peningkatan produk UMKM Indonesia memasuki laman pemasaran marketplace lokal. Hal tersebut turut diikuti dengan pertumbuhan nilai transaksi perdagangan elektronik Indonesia, tumbuh 49 persen per tahun pada periode 2015—2018 dan nilainya mencapai USD 27 miliar pada 2018.

"Diprediksi, nilainya akan menjadi USD 130 miliar pada 2020 dengan jumlah pembeli mencapai 65 juta orang. Daya saing digital Indonesia masih perlu ditingkatkan. Produk UMKM Indonesia harus menjadi tuan rumah di platform niaga elektronik lokal," tutur Enggar.

Pada kesempatan ini, Enggar juga melaporkan bahwa Kemendag sepanjang 2018 telah berhasil meraih beberapa capaian dalam implementasi mandat yang diamanatkan Jokowi.

Kemendag telah menstabilkan harga barang kebutuhan pokok, terbukti dengan inflasi 2018 yang cukup rendah sebesar 3,13 persen. Angka inflasi bahan makanan 2018 juga menurun dibandingkan tahun sebelumnya, dari 0,46 persen menjadi 0,29 persen dan menjadi yang terendah dalam enam tahun terakhir.

Total ekspor Indonesia pada 2018 yang mencapai USD 180,06 miliar juga meningkat 6,65 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pertumbuhan ekspor nonmigas sebesar 6,25 persen. Capaian tersebut memenuhi target rencana kerja pemerintah (RKP) sebesar 5,0—7,0 persen.

Selain itu, Kemendag telah membangun dan merevitalisasi 4.211 unit pasar rakyat selama 2015—2019 dan melakukan pelatihan manajemen pengelola pasar. Selama periode tersebut, terdapat kenaikan omzet rata-rata sebesar 24,4 persen pada pasar yang direvitalisasi.

Menanggapi arahan Jokowi, Enggar mengaku pihaknya akan bersiap untuk menata plaform online market, yang nantinya akan menguntungkan pasar rakyat.

"Bapak presiden sekarang minta ekosistemnya dibentuk secara online. Kami sudah berbicara dengan teman-teman start up sehingga mereka juga bisa mengakses kepada konsumen baru. Dan saya percaya, satu keyakinan bahwa kompetisi itu sehat di antara pedagang akhirnya yang diuntungkan rakyat," pungkasnya.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini