nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gerindra Sebut Ribuan Warga DKI Terancam Kehilangan Hak Pilih di Pemilu 2019

Fadel Prayoga, Jurnalis · Senin 18 Maret 2019 18:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 18 338 2031723 gerindra-sebut-ribuan-warga-dki-terancam-kehilangan-hak-pilih-di-pemilu-2019-twZLB1H0wt.jpg Pemilu

JAKARTA – Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, Muhamad Taufik menyatakan, ada sekira ribuan warga Ibu Kota, yang terancam kehilangan hak konstitusionalnya pada 17 April 2019, untuk memilih di Pilpres dan Pileg.

Menurut dia, temuan ribuan DPT bermasalah ini sangat prihatin, karena data dari penetapan penyempurnaan daftar pemilih tetap hasil perbaikan ke dua (DPTHP-2) masih berantakan. Berdasarkan hasil sisiran pihaknya dari data DPTHP-2 banyak sekali keanehan.

"Misalnya, di TPS 104 RT 15 RW 07 Cilandak, masak jumlah pemilih cuma 1. Warga yang lain kemana? Belum lagi, ada jumlah RW 22, padahal di situ RW-nya hanya 11. Dugaan saya, ini menjrus kecurangan," kata Taufik di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (18/3/2019).

Baca Juga: Ini Alasan Ma'ruf Amin Munculkan Istilah Unik di Debat Cawapres

Surat Suara

Dia mengatakan, data resmi DPTHP-2 yang dianalisi timnya penuh dengan keganjilan. Bahkan, adanya dugaan manipulasu data sangat terasa.

"Ingat, menghilangkan hak demokrasi warga pada 17 April 2019 bisa pidana. Saya minta KPU secara berjenjang merapikan ini. Tak ada alasan waktu. KPU fokus saja perbaiki data pemilih," ujarnya.

Menurut dia, amat tak mungkin jumlah pemilih yang terdaftar dalam DPT hanya satu orang di satu wilayah.

"Enggak mungkin satu RT pemilihnya 1 orang atau 4 orang. Kami sudah telusuri. Saya meyakini, ini jumlahnya masih ribuan. Kami juga sudah menghubungi KPU," kata Taufik.

Wakil Ketua DPRD DKI itu mendesak KPU DKI serius membenahi data DPT tersebut. Hal ini demi menghindari potensi kecurangan dalam pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan.

"Saya kira, masalah DPT ini harus segera dibereskan. Masa yang begini belum beres-beres. Memalukan," katanya.

Baca Juga: Mendikbud Tanggapi Wacana Sandiaga Uno soal Penghapusan UN

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini