Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sintren dalam Perspektif Budaya dan Agama Islam

Fathnur Rohman , Jurnalis-Sabtu, 23 Maret 2019 |14:03 WIB
Sintren dalam Perspektif Budaya dan Agama Islam
Seorang gadis sedang menari sintren (Foto: Fathnur Rohman/Okezone)
A
A
A

CIREBON - Budayawan Cirebon, Bambang Irianto mengaku tidak sepakat jika kesenian tari sintren mengandung unsur mistis. Menurut dia, hal-hal berbau mistis itu tidak ada, dan murni hanya sebagai sarana hiburan rakyat saja.

"Jadi, begini, kalau ada orang yang bilang saat ia bermain sintren, lalu dimasukin oleh sosok bidadari itu, sebenarnya tidak benar. Itu cuma rahasia 'perusahaan', " kata Bambang kepada Okezone, Jumat (22/3/2019).

Menurutnya, semua elemen yang ada pada kesenian sintren, sebenarnya hanya sebuah simbol belaka. Masyarakat kata dia, boleh saja menafsirkan sendiri simbol-simbol tersebut.

"Kesenian itu kan bersifat netral, tergantung orangnya menafsirkan untuk kebutuhan apa," ujarnya.

Sejarah kesenian sintren sendiri menurut Bambang masih menyisakan misteri. Sebab, jika berbicara tentang sejarah, maka setidaknya harus ada sesuatu yang membuktikannya, baik itu berupa catatan atau benda-benda peninggalan di zaman itu. Menurutnya, sintren pada awalnya, merupakan sarana hiburan bagi masyarakat nelayan yang ada di pesisir Subang hingga Jepara.

"Sintren berjalan begitu saja. Awalnya hanya sebagai sarana hiburan bagi masyarakat nelayan yang ada di pesisir Subang hingga Jepara," tutur Bambang.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement