JAKARTA – Status Gunung Anak Krakatau diturunkan dari siaga menjadi waspada terhitung sejak Senin 25 Maret 2019. Namun, sepanjang hari itu, gunung api di Selat Sunda, Lampung ini mengalami 15 kali gempa.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan, Selasa (26/3/2019), berdasarkan rekaman seismograf kemarin Gunung Anak Krakatau mengalami masing-masing lima gempa embusan, dua gempa low frequency, empat gempa vulkanik dangkal, dua gempa vulkanik dalam dan dua kali gempa letusan.
“Tremor menerus dengan amplitudo 1 - 8 mm, dominan 2 mm,” tulis PVMBG dalam laman resmi Badan Geologi Kementerian ESDM.
Dari kemarin hingga pagi tadi, secara visual gunung api dengan ketinggian 156,9 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu terlihat jelas hingga tertutup kabut, asap kawah utama tidak teramati. Angin bertiup lemah hingga kencang ke arah timur laut dan timur.
PVMBG merekomendasikan masyarakat atau wisatawan tidak mendekati dalam radius 5 kilometer dari kawah Anak Krakatau.
(Salman Mardira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.