Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Petani di Jember Senang Hasil Panen Diserap Bulog

Abu Sahma Pane , Jurnalis-Sabtu, 30 Maret 2019 |10:46 WIB
Petani di Jember Senang Hasil Panen Diserap Bulog
Foto: Humas Kementan
A
A
A

JEMBER - Petani di Jember, Jawa Timur, meluruskan informasi yang mengabarkan bahwa mereka membakar padi saat menyampaikan aspirasi mengenai harga gabah di Kantor DPRD Jember, pada Kamis (28/3/2019).

“Benar kami kemarin demo di kantor DPRD Jember karena harga gabah anjlok. Tapi yang kami bakar itu jerami padi 2 rumpun (ikat), bukan padi, karena kami sayang tanaman padi kami yang sudah ditanam 3 bulan lebih dengan susah payah,” ujar Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Candi Jati yang juga Ketua HKTI Jember, Jumantoro, saat acara panen padi di Desa Karangduren, Kecamatan Balung, Jember, Jum'at (28/3/2019).

Jawa Timur sebagai lumbung padi nasional saat ini sedang mengalami puncak panen, tidak terkecuali wilayah Jember yang merupakan sentra padi Jawa Timur. Melimpahnya panen di Kabupaten tersebut ternyata membuat harga gabah turun drastis, mendekati HPP. Ini merupakan tantangan serius pemerintah untuk menjaga harga di tingkat petani.

Ketua Gapoktan Mutiara Tani Ali Mustoha menyampaikan bahwa penurunan harga di wilayahnya bukan semata karena melimpahnya gabah, namun lantaran kadar air gabah yang tinggi dan jenis varietas padi yang kurang diminati konsumen.

“Jadi kemarin banyak hujan, padi banyak ambruk dan terendam sehingga basah. Karena basah maka kadar air tinggi. selain itu kan kita tanam padi Logawa, karena hasilnya bagus dan tahan hama, tetapi nasinya pera, sehingga kurang diminati," ujar Ali.

 

Lebih lanjut Jumantoro menimpali, harga gabah saat ini sudah kembali naik, curah hujan juga mulai berkurang. “Kemarin harga gabah Rp2.000-2.600 per Kg, tapi saat ini sudah mencapai Rp3.000-3.500 per Kg. Bisa stabil di harga Rp3.500 kami sudah senang," ucapnya..

Petani Antusias Sambut Komitmen Bulog Beli Gabah Petani

Melihat harga yang sudah di dekat HPP, Badan Ketahanan Pangan (BPK) Kementerian Pertanian (Kementan) yang diwakili Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Andriko Noto Susanto mendukung langkah Bulog dan Mitra Perpadi dan Gapoktan untuk segera menyerap gabah tersebut.

“Bapak Menteri (Mentan Amran Sulaiman) menginstruksikan harga GKP di petani tidak boleh di bawah Rp4.070 pada kadar air 25% dan hampa 10%. Jika ada gabah yang di bawah HPP segera serap. Saya melihat di sini harga sudah masuk, kualitas juga sudah diuji, tunggu apalagi segera serap. Masalah varietas, saya sampaikan ke petani bahwa tidak ada persyaratan jenis varietas dalam penyerapan gabah oleh Bulog. intinya kalau harga dan kualitas masuk langsung dibeli," jelas Andriko.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Bulog Subdivre Jember, Jamaludin menyampaikan kesiapannya membeli gabah petani. “Pada hari ini, disaksikan oleh Tim Kementerian Pertanian, HKTI, KTNA, dan Perpadi, kami melakukan pembelian awal gabah oleh Bulog sebesar 20 ton GKP dan akan terus bertambah. Kalau tadi kata Pak Ali harga gabah Rp3.500, sekarang Bulog akan beli dengan harga 4.070 sesuau HPP, fleksibilitas," ucap Jamaludin.

Mendengar arahan Andriko dan jawaban Bulog, petani yang hadir merasa bersyukur dan senang atas harga yang diterima.

“Terima kasih, kami hari ini merasa senang sekali gabah dibeli dengan harga sesuai HPP. Kalau masalah kualitas kadar air dan hampa, nanti gampang, kita bisa sesuaikan kualitasnya," jelas Ali.

Bukan hanya itu saja, Ketua Perpadi Jember, Johannes Suwarno yang hadir dalam panen tersebut juga menyatakan siap membeli gabah petani.

“Kami dari Perpadi Jember siap membeli gabah. Anggota kami ada sekitar 25 orang dan melihat harga gabah yang sudah dibawah HPP, maka kami akan segera lakukan pembelian," singkat Johannes.

Dengan hadirnya BKP Kementan dan Bulog, pemerintah telah menunjukkan komitmennya untuk menjaga harga gabah di tingkat petani dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani dan mewujudkan ketahanan pangan nasional.

(Abu Sahma Pane)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement