Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

TKN Sebut Kasus Pengeroyokan Warga di Purworejo seperti Orde Baru

Muhamad Rizky , Jurnalis-Kamis, 04 April 2019 |07:16 WIB
 TKN Sebut Kasus Pengeroyokan Warga di Purworejo seperti Orde Baru
Foto Ilustrasi shutterstock
A
A
A

JAKARTA - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma’ruf Amin, Irma Suryani Chaniago, menilai aksi pengeroyokan terhadap salah seorang warga yang mengenakan kaus Joko Widodo di Purworejo, Jawa Tengah sama seperti orde baru.

"Ini makin memperlihatkan bahwa hukum rimba dan kesewenang wenangan akan terjadi jika mereka yang ngeroyok itu menang," kata Irma saat dikonfirmasi Okezone, Kamis (4/2/2019).

Menurutnya, peristiwa pengeroyokan yang dilakukan massa pendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga sebagai cerminan apabila terpilih sebagai pemimpin di Indonesia.

"Lihat saja prilaku mereka, mulai dari SARA, fitnah, sampai dengan black campaign, sekarang main hakim sendiri, nanti rakyat yang beda pilihan akan mereka gencet persis di zaman orde Baru," ucapnya.

Irma juga menanggapi BPN yang menyebut ada provokasi sebelum peristiwa tersebut terjadi. Menurutnya hal tersebut sebagai pembenaran. "Selalu alasan pembenaran menafikan penegakan hukum," ungkapnya.

 sd

Sementara itu, Kapolres Purworejo, AKBP Indra Kurniawan Mangunsong menerangkan, peristiwa bermula saat rombongan massa pendukung Prabowo-Sandi kembali dari acara kampanye terbuka kubu 02 di Lapangan Kemiri, Kecamatan Kemiri, Purworejo. Mereka dalam perjalanan menuju ke arah Yogyakarta.

"Tadi kita dapat laporan dari masyarakat, terjadinya pemukulan oleh sekelompok orang," kata Indra Kurniawan, kepada awak media, Selasa (2/4/2019).

Indra mengatakan, peristiwa bermula saat korban mengatur keluar masuk kendaraan proyek. Tak disangka, rombongan massa yang melintas mendadak melakukan pengeroyokan terhadap korban yang mengenakan kaus bergambar capres Joko Widodo.

"Memang korban ini enggak lagi ngapa-ngapain. Iya (pakai kaos Jokowi). Masih penyelidikan (penyebab pengeroyokan), sementara itu dulu," sambung dia.

Meski demikian, polisi belum bisa menyimpulkan pemicu pengeroyokan tersebut. Atas kejadian ini, korban harus mendapatkan perawatan di RSUD dr Tjitro Wardojo Purworejo karena menderita sejumlah luka. "Ada jahitan lima jahitan di kepala," tukasnya.

 ss

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement