Share

Ribuan Buruh SPN Siap Menangkan Jokowi-Ma'ruf

Puteranegara Batubara, Okezone · Minggu 07 April 2019 15:07 WIB
https: img.okezone.com content 2019 04 07 605 2040194 ribuan-buruh-spn-siap-menangkan-jokowi-ma-ruf-EWXMEyokp8.jpg

JAKARTA - Serikat Pekerja Nasional (SPN) yang sebelumnya bergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mendukung pasangan 02 Prabowo-Sandi.

Kini, SPN berbalik arah mendukung Jokowi-Amin dan sudah resmi menyatakan sikap sebagaimana disampaikan Ketua Umum Djoko Heriyono dan jajaran pengurus beberapa waktu lalu.

SPN merupakan federasi serikat buruh dengan jumlah anggota tersebar di Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) pada 15 provinsi, 74 kabupaten/kota, dan 712 perusahaan. Keseluruhan SPN mengklaim memiliki anggota 341.868 buruh.

Dalam acara jalan sehat yang diikuti pekerja dan warga para peserta antusias dan bergembira. Menurut Karyo, ketua panitia acara, kegiatan ini murni inisiatif anggota SPN. Mereka bergotong royong mengumpulkan dana agar acara ini bisa digelar untuk menunjukkan dukungan bagi pasangan Jokowi-Amin.

Dalam sambutannya, Michael Umbas selaku wakil kepala Rumah Aspirasi Jokowi Amin menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas keberanian sikap elemen buruh/pekerja SPN.

"Langkah cerdas dan berani meninggalkan KSPI Bung Iqbal yang identik mendukung Prabowo. Sudah tepat. Mantap Betul (Mantul)," kata Umbas, Minggu (7/8/2019).

Umbas menegaskan peran penting dan strategis pekerja dalam membangun perekonomian bangsa. "Jokowi sadar betul dan ingin mengangkat harkat dan martabat buruh jadi lebih tinggi. Program Jokowi mengatasi pengangguran, perbaikan kesejahteraan pekerja, pendidikan vokasi yang lebih masif, kartu pra kerja, rumah untuk pekerja dll sudah diimplementasikan dan akan ditingkatkan," kata Umbas.

Meski begitu, tidak bisa dipungkiri memang masih banyak persoalan ketenagakerjaan yang menjadi PR pemerintah dan akan dituntaskan. "Semua sudah teridentifikasi dan ada time frame penyelesaian. Intinya Presiden punya komitmen keberpihakan yang besar bagi pekerja," ucap Umbas.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini