nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Logistik Pemilu Jadi Rebutan Petugas di Bekasi, Banyak Surat Suara Rusak

Wijayakusuma, Jurnalis · Selasa 09 April 2019 03:59 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 09 338 2040838 logistik-pemilu-jadi-rebutan-petugas-di-bekasi-banyak-surat-suara-rusak-Pw6avh8z3D.jpg Rebutan Surat Suara (Foto: Wijayakusuma/Okezone)

BEKASI - Sebuah video dan foto-foto yang menunjukkan aksi berebut surat suara oleh puluhan petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di gudang logistik KPUD Kota Bekasi di eks Giant, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, beredar luas di masyarakat.

Ironisnya, insiden yang terjadi belum lama itu menyebabkan kerusakan pada surat suara, seperti sobek, kotor dan lecak. Hal ini tentunya menambah panjang daftar kelalaian pihak KPUD Kota Bekasi atas logistik Pemilu, yang mana sebelumnya mengangkut surat suara menggunakan truk bak terbuka tanpa ditutupi terpal dan pengawalan pihak kepolisian.

Menanggapi hal itu, Ketua Bawaslu Kota Bekasi, Tommy Susanto sangat menyayangkan tindakan para petugas di lokasi. Ia mengakui insiden tersebut merupakan kelemahan dari manajemen KPUD Kota Bekasi yang tidak mengawal dengan baik proses pemindahan logistik surat suara, yang seharusnya menjadi tanggung jawab KPUD.

"Kaitannya dengan itu kan manajerial. Dan itu ada korelasinya dengan putusan kita hari ini, kita meminta KPU untuk memperbaiki sistem manajerialnya," katanya kepada Okezone, Senin (8/4/2019).

Surat Suara

Baca Juga: KPU Tetapkan Tambahan DPTHP Sebanyak 9.640 Pemilih

Menurut dia, kelalaian pengawasan yang kembali dilakukan KPUD Kota Bekasi terkait logistik Pemilu 2019, akan berdampak pada berkurangnya kepercayaan masyarakat terhadap KPUD selaku lembaga penyelenggara Pemilu.

"Kaitannya dengan manajerial, bagaimana kita memberikan kepercayaan kepada publik dalam proses tata laksana. Fungsi manajerial ketika terlaksana dengan baik, kaitan dengan kepercayaan publik terhadap manajerial surat suara dan kebutuhan logistik lainnya, saya rasa itu harus termanajemen dengan baik sehingga mendapat kepercayaan publik," jelasnya.

Meski begitu, Tommy mengaku tak sepenuhnya surat suara yang rusak disebabkan aksi berebut dari para petugas. Banyak diantaranya didapati sudah rusak saat proses penyortiran.

"Kalau rusak surat suara itu hasil dari proses cetak. Di beberapa pengawasan kita, kita dapati setelah dilakukan proses sortir, ada beberapa surat suara yang rusak atau tidak masuk standar yang dibutuhkan, karena proses cetaknya ya," ungkapnya.

"Misalkan seperti tintanya ngeblur, hasil printnya tidak baik, juga mungkin pada saat packing itu terkena tali packingnya sehingga menyebabkan sobek. Nah itu dinyatakan rusak atau reject, tidak bisa digunakan," ujar Tommy.

Sementara itu, Ketua KPUD Kota Bekasi, Nurul Sumarheni enggan mengangkat sambungan telepon saat hendak dikonfirmasi mengenai hal ini.

Surat suara

Sebelumnya Ketua KPUD Kota Bekasi dilaporkan oleh seorang warga bernama Amsar ke pihak Bawaslu dengan nomor laporan 01/LP/PL/ADM/KOT/13.03/III/2019, serta ke DKPP atas dugaan pelanggaran administrasi dalam hal pendistribusian logistik Pemilu, lantaran mengangkut surat suara yang telah dilipat menggunakan truk bak terbuka dan tidak ditutupi terpal, pada Rabu 20 Maret 2019. Surat suara yang diangkut dari GOR Bekasi menuju gudang logistik KPUD Kota Bekasi itu, juga dibiarkan tanpa pengawalan pihak kepolisian.

Atas hal ini KPUD Kota Bekasi dinilai telah melanggar Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu dan Peraturan Bawaslu Nomor 8 Tahun 2018 tentang Penyelesaian Pelanggaran Administratif Pemilu.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini