Insiden Pencoblosan di Sydney, TKN: Hak Memilih Dijamin Konstitusi

Muhamad Rizky, Jurnalis · Minggu 14 April 2019 17:34 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 14 605 2043432 insiden-pencoblosan-di-sydney-tkn-hak-memilih-dijamin-konstitusi-aN6SOvWu37.jpg Sekretaris TKN Jokowi-Maruf, Hasto Kristiyanto

JAKARTA - Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto menyayangkan penyelenggara pemilu di luar negeri khususnya di Sydney, Australia, yang banyak dikeluhkan WNI lantaran tidak bisa memilih karena persoalan administrasi.

"Bagaimanapun juga hak untuk memilih dan dipilih dijamin oleh konstitusi. Ini prinsip yang paling fundamental di dalam negara demokrasi, dan inilah yang diberikan sebagai mandat kepada seluruh penyelenggara Pemilu agar pemilu bisa berjalan," kata Hasto di Media Center Jokowi-Ma'ruf, Cemara, Minggu (14/4/2019).

Menurut Hasto, hak pemilih yang dilindungi oleh UU itu tidak boleh dihambat termasuk ketika berhadapan dengan persoalan administrasi. Menurutnya, mereka yang menghalangi atau menghambat bisa diancam dengan hukuman 2 tahun penjara.

(Baca Juga: Gagal Berikan Hak Suara, Sejumlah WNI di Sydney Kecewa)

"Mereka datang telah mendaftar dan tidak bisa menggunakan hak pilihnya itu merupakan kejahatan demokrasi dengan sanksi pidana 2 tahun penjara, bagi mereka yang menghalang-halangi warga negara yang punya hak konstitusional untuk memilih, karena itu MK telah menetapkan hukum konstitusi," tuturnya.

Sekjen PDI Perjuangan itu menilai, warga yang tidak terdaftar dalam DPT tetap bisa menggunakan hak pilihnya dengan menunjukkan KTP atau paspor.

"Tentu itu sangat merugikan tapi siapapun warga negara apapun pilihan politiknya wajib dijamin hak konstitusional tersebut dan tidak dihambat oleh persoalan teknis administratif," kata Hasto.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini