nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Direktur Hutama Karya dan 5 Saksi Lainnya Diperiksa KPK soal Proyek Air Minum

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Senin 15 April 2019 10:32 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 15 337 2043592 direktur-hutama-karya-dan-5-saksi-lainnya-diperiksa-kpk-soal-proyek-air-minum-lxEchJR2x2.jpg Ilustrasi Sidang (Shutterstock)

JAKARTA - Direktur Hutama Karya, Ir Koentjoro dipanggil tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi terkait kasus dugaan suap ‎proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) tahun anggaran 2017-2018, pada hari ini.

Sedianya, Koentjoro akan dimintai keterangannya untuk proses penyidikan Kepala Satuan Kerja (Satker) SPAM, Anggiat Partunggul Nahot Simaremare (ARE).

 Baca juga: Mantan Irjen PUPR Diperiksa KPK soal Temuan BPK di Proyek Air Minum

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ARE," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (15/4/2019).

Selain Koentjoro, KPK juga memanggil lima saksi lainnya yakni, PPK Proyek IKK Krayan Kaltara, Irfan; PPK Sewon, Bantul, Yogyakarta, Nurul; Wiraswasta, Febi Festia; seorang karyawan, Anton Fathoni; serta Dirut PT Rapi Tirta Treatmindo, Hendrianto Panji. Kelimanya juga diperiksa untuk tersangka Anggiat Partunggul.

Diketahui, KPK memang sedang melakukan pengembangan dalam perkara ini. KPK menemukan cukup banyak proyek KemenPUPR yang diduga dikorupsi oleh pejabatnya. Ada sekira 20 proyek milik KemenPUPR di daerah yang diduga bermasalah.

 Baca juga: Mantan Irjen PUPR Diperiksa KPK Terkait Suap Proyek Air Minum

Bahkan, KPK telah menyita sejumlah mata uang asing dari 75 pejabat KemenPUPR. Total mata uang asing yang disita KPK dalam perkara ini jika dirupiahkan sebesar Rp40 miliar.

Sejauh ini, KPK baru menetapkan delapan orang tersangka terkait kasus dugaan suap ‎proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) tahun anggaran 2017-2018.

Delapan tersangka tersebut yakni, ‎Direktur Utama PT Wijaya Kusuma Emindo (PT WKE), Budi Suharto (BSU); Direktur PT WKE, Lily Sundarsih Wahyudi (LSU), Direktur Utama PT Tashida Sejahtera Perkasa (PT TSP) Irene Irma (IIR); dan Direktur PT TSP, Yuliana Enganita Dibyo (YUL). Keempatnya diduga sebagai pihak pemberi suap.

 Baca juga: KPK Sita Total Rp40 Miliar dalam 14 Mata Uang dari Pejabat KemenPUPR

Sedangkan sebagai penerima suap, KPK menetapkan empat pejabat KemenPUPR. Keempatnya yakni, Kepala Satuan Kerja (Satker) SPAM, Anggiat Partunggul Nahot Simaremare (ARE); PPK SPAM Katulampa, Meina Woro Kustinah (MWR); Kepala Satker SPAM Darurat, Teuku Moch Nazar (TMN); serta PPK SPAM Toba 1, Donny Sofyan Arifin (DSA).

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini