JAKARTA - Hasil hitung cepat atau quick count pemilihan presiden (pilpres) 2019 Media Survei Nasional (Median) masih berjalan. Hasilnya menunjukkan selisih suara Joko Widodo (Jokowi)- Ma'ruf Amin dengan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 8-10 persen.
Menurut Direktur Eksekutif Median Rico Marbun, wajar bila kemudian muncul keraguan publik. Mengingat, banyak lembaga merilis hasil survei sebelum pilpres dan hasilnya jauh berbeda dengan hasil quick count.
"Wajar publik jadi ragu, karena terlalu banyak lembaga survei yang merilis hasil survei persis sebelum pilpres yang memprediksi keunggulan Jokowi-Amin terlalu besar," katanya dalam keterangan tertulis, Senin (22/4/2019).
Pada survei-survei yang dilakukan sebelum pilpres, selisih keunggulan Jokowi-Ma'ruf Amin mencapai 19 hingga 20 persen. Kata Rico, pola ini berulang seperti saat pilkada Jateng (Jawa Tengah) dan Jawa Barat (Jabar), hasil quick count berbeda dengan hasil survei.

"Jadi, saat publik disuguhi quick count yang selisihnya hanya 8-10%, maka publik jadi skeptis. Oleh karena itu, publik tidak bisa disalahkan begitu saja," ujarnya.
Rico menegaskan, Median adalah lembaga yang konsisten dalam setiap surveinya, dengan memprediksi selisih keunggulan Jokowi-Ma'ruf atas Prabowo-Sandiaga 8-9 persen. Hasil lembaganya itu sesuai dengan rata-rata hasil quick count yang dirilis semua lembaga survei saat ini.
"Semua lembaga survei rata-rata merilis keunggulan Jokowi- Amin di angka 8-9 persen dalam quick count, sesuai survei-survei median sebelumnya," katanya.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.