Ganjar Siapkan Santunan untuk Petugas KPPS Jateng yang Meninggal dan Sakit

Taufik Budi, Jurnalis · Rabu 24 April 2019 16:32 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 24 606 2047521 ganjar-siapkan-santunan-untuk-petugas-kpps-jateng-yang-meninggal-dan-sakit-b5POv2gpgk.jpg Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (foto: Okezone)

SEMARANG - Pemilihan Umum (Pemilu) serentak pada 17 April 2019 menyisakan sejumlah catatan duka. Sebab, petugas pelaksanaan pemilu, baik aparat keamanan maupun anggota KPPS yang meninggal dunia dalam proses tersebut.

Data terakhir mencatat, sebanyak 139 petugas pemilu 2019 yang meninggal dunia. Dari jumlah tersebut, 25 di antaranya adalah petugas pemilu di Jawa Tengah.

Ganjar Pranowo mencoblos. (Foto: Taufik Budi/Okezone)

Baca Juga: Ketua PPK di Karanganyar Meninggal Setelah Dua Kali Masuk ICU 

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengucapkan, belasungkawa atas meninggalnya para petugas demokrasi itu. Dirinya mengatakan, akan memberikan santunan kepada keluarga petugas pemilu di Jawa Tengah yang meninggal dunia maupun yang dirawat di rumah sakit.

"InsyaAllah Jumat besok akan kita berikan santunan. Tidak hanya yang meninggal saja, tapi yang sakit juga akan kami berikan," kata Ganjar di Semarang, Rabu (24/4/2019).

Ganjar mengatakan, sudah mendapat laporan nama dan alamat petugas Pemilu 2019 yang meninggal atau yang sakit. "Nanti akan kami datangi sebagai bentuk solidaritas. Soal santunan sudah kami siapkan," terangnya.

Lebih lanjut Ganjar mengatakan, Pemilu tahun ini cukup menjadi perhatian. Ada sejumlah catatan, baik tentang kesehatan maupun tekanan bekerja. "Sehingga kayaknya kita mesti mereview ulang agar ke depan jauh lebih baik. Apa yang terjadi ini harus dievaluasi total," tegasnya.

 

Pelaksanaan pemilu serentak, yakni Pemilihan Presiden, DPD, DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota, lanjut Ganjar, mesti dievaluasi ulang. Sebab dengan pelaksanaan serentak itu, maka pelaksanaanya membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup besar.

"Ya, rasanya mungkin pelaksanaannya tidak serentak kali ya, atau penyerentakannya bisa ditata ulang. Mungkin serentak secara nasional saja, provinsi saja dan kabupaten/kota saja. Sehingga tidak membutuhkan tenaga, pikiran bahkan jiwa seperti ini," urai dia.

Baca Juga: Bertambah Jadi 119 Orang, Petugas KPPS yang Meninggal Dunia Terbanyak di Jabar dan Jateng 

Sekadar diketahui, pelaksanaan pemilu 2019 memakan banyak korban. Ratusan petugas pemilu baik dari kepolisian, Panwaslu, KPPS atau petugas TPS yang meninggal dunia karena diduga kelelahan saat melaksanakan proses Pemilu.

Di Jawa Tengah, ada 25 petugas pemilu yang meninggal dunia. 25 petugas yang meninggal itu tersebar di Kabupaten Demak, Banyumas, Sukoharjo, Banjarnegara, Purbalingga, Grobogan, Rembang, Magelang, Klaten, Batang, Kudus, Pekalongan, Kendal, Pemalang, Semarang, dan Brebes.

Selain 25 orang yang meninggal dunia itu, KPU mencatat ada 97 petugas TPS yang kelelahan dan harus dirawat di rumah sakit. Bahkan, lima orang di antaranya mengalami keguguran.

(fid)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini