nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Korea Utara Tagih Biaya Perawatan Mahasiswa AS yang Meninggal Rp28 Miliar

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Jum'at 26 April 2019 11:44 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 26 18 2048297 korea-utara-tagih-biaya-perawatan-mahasiswa-as-yang-meninggal-rp28-miliar-6NAAHrjMwT.jpg Otto Frederick Wambier. Foto/Reuters

WASHINGTON - Korea Utara dilaporkan menagih biaya perawatan medis mahasiswa Amerika Serikat, Otto Warmbier, sebesar USD2 juta setaraRp28,3 miliar.

Warmbier dipenjara di Korea Utara selama 17 bulan sejak Desember 2015 saat mengikuti sebuah tur. Dia dipulangkan ke AS dalam keadaan koma dan tak lama kemudian meninggal dunia.

Korea Utara menuntut agar tagihan rumah sakit dilunasi sebelum Warmbier diizinkan pulang. Namun, Gedung Putih menolak mengomentari laporan itu.

"Kami tidak berkomentar tentang negosiasi sandera, itulah sebabnya mereka begitu sukses selama pemerintahan ini," kata sekretaris pers Gedung Putih Sarah Sanders dalam pernyataan kepada CBS pada Kamis (25/4/2019).

Perwakilan AS yang dikirim untuk membawa pulang Warmbier meneken sebuah perjanjian untuk membayar tagihan medis atas perintah Presiden AS Donald Trump, sebut surat kabar Washington Post, mengutip dua orang yang mengetahui situasi tersebut.

Foto/Reuters 

Tagihan untuk perawatan Warmbier kemudian dikirim ke Departemen Keuangan AS, lansir Washington Post.

Seorang mantan pejabat Departemen Luar Negeri mengatakan kepada CBS News bahwa AS tidak pernah membayar ataupun bermaksud untuk membayar USD2 juta yang diminta, meskipun Joseph Yun, perwakilan Deplu di Korea Utara saat itu, memang menerima tagihan tersebut.

Mantan pejabat itu mengungkit bahwa penerimaan bon tersebut terjadi di bawah Menteri Luar Negeri Rex Tillerson, yang tertarik untuk membuka dialog dengan Korea Utara.

Sang sumber yang tidak disebutkan namanya mengatakan kesadaran Tillerson akan kondisi kritis Warmbier, atau kurangnya pengalaman politiknya, mungkin berkontribusi pada keputusan tersebut.

BacaKim Jong-un Ancam Serang Balik Negara yang Memberikan Sanksi ke Korea Utara 

The Washington Post adalah yang pertama melaporkan tagihan tersebut.

Warmbier dituduh mencuri sebuah papan nama dari hotel tempat ia dan teman-temannya tinggal di Pyongyang, dan dijatuhi hukuman kerja paksa selama 15 tahun.

Pada saat ia kembali ke AS setelah 17 bulan ditahan, penduduk asli Ohio itu dalam keadaan koma dan menderita kerusakan otak.

Korea Utara mengatakan Warmbier koma setelah tertular botulisme dan minum pil tidur.

Dokter AS tidak menemukan bukti adanya botulisme dan mengatakan bahwa siswa tersebut menderita "cedera neurologis yang parah", yang mungkin disebabkan oleh serangan jantung.

Meskipun Korea Utara membantah telah menganiaya Warmbier, orang tua mahasiswa berusia 22 tahun itu bersikeras bahwa kematiannya pada bulan Juli 2017 adalah akibat dari penyiksaan.

(fzy)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini