Salah seorang warga Lubang Buaya, Jakarta Timur, Bachtiarudin Alam menyebut, pelaksanaan pemilu tahun ini sangat-sangat melelahkan. Rumitnya alur pemilu menambah beban bagi para penyelenggara.
"Terlalu banyaknya dan beragam logistik ke tingkat bawah yang beragam, pada intinya sama saja seperti hologram dan salinan," kata Bachtiarudin.
Baba demikian dia karib disapa, juga melihat dari sisi waktu bagi para petugas untuk menyelesaikan tugasnya terlalu sempit, sehingga istirahat yang seharusnya menjadi keharusan lewat begitu saja untuk mengejar waktu.
Kendati begitu menurutnya, jatuhnya korban jiwa sebanyak ratusan orang itu bukan karena pola pemilu yang dilaksanakan serentak. Melainkan mekanisme teknis yang kurang diperhatikan seksama.

"Kalau menurut saya pemilu serentak seperti ini tidak terlalu berpengaruh, Asal pembuat aturan dapat membuat mekanisme yang simpel dan memudahkan. Jangan ingin terkesan aman dan teliti pada akhirnya hanya sia-sia contoh logistik yang terlalu beragam dan rumit," tuturnya.
Untuk itu lanjut Baba, jika pola tersebut masih akan tetap diberlakukan pada pemilu selanjutnya, maka hal itu sangat tidak relevan untuk diterapkan di Indonesia.
"Idealnya mungkin saya berharap electronic vote saja, sepertinya lebih simpel dan mudah. Semoga saja pemilu atau pilkada nanti e-vote sudah bisa di laksanakan di Indonesia," katanya berharap.
(Rizka Diputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.