TKN Sayangkan Jika PA 212 Berpolitik Praktis Lewat Ijtima Ulama III

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Senin 29 April 2019 06:22 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 29 605 2049181 tkn-sayangkan-jika-pa-212-berpolitik-praktis-lewat-ijtima-ulama-iii-LSJnCO1ZvW.jpg Prabowo saat menghadiri Ijtima Ulama II. (Foto: Arie Dwi/Okezone)

JAKARTA - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Inas Nasrullah Zubir menyayangkan rencana Alumni Persaudaraan Alumni (PA) 212 dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) menggelar Ijtima Ulama III dalam rangka menyikapi kecurangan Pemilu 2019.

Inas Nasrullah menilai, seharusnya Alumni PA 212 tidak melakukan gerakan yang bermuatan politik praktis. Bahkan menurutnya, hal tersebut hanya akan “membohongi umat”.

"Jadi sekarang ini bahwa 212 zaman dulu bilangnya mereka tidak berpolitik, tapi sekarang nyatanya berpolitik," ujar Inas Nasrullah Zubir kepada Okezone, Minggu (28/4/2019).

"Kalau buat TKN sih tidak ada masalah, cuma akhirnya bahwa 212 ini sudah membohongi umat gitu, mendustai umat bahwa peregerakan mereka saat ini pergerakan terhadap kemajuan Islam, tapi tujuan mereka sekarang sudah ke arah politik praktis," kata dia.

(Baca juga: Sandiaga Uno: Ijtima Ulama III Sesuai Konstitusi)

Politikus Partai Hanura ini berharap Alumni PA 212 tidak membuat makar dengan menggelar Ijtima Ulama III. Dia menyarankan pihak yang ingin protes menyampaikannya ke hadapan Mahkamah Konstitusi (MK).

Foto: Ist

"Kalau mereka ingin mengganggu pemilu maka mereka itu akan berbuat makar. Jadi saya harapkan Ijtima Ulama ketiga itu tidak untuk melakukan perbuatan makar, yaitu menganggu proses tahapan pemilu karena proses tahapan pemilu sudah diatur oleh Undang-Undang," ujarnya.

"Jangan sampai Ijtima itu nantinya hanya akan melakukan misalnya menggerakkan people power, tapi tidak mau ke MK segala macam, artinya bahwa Ijtima Ulama sudah menggerakkan massa untuk berbuat makar, dan itu sebenarnya tidak dibenarkan dalam agama Islam," ujarnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini