nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pihak Rumah Sakit Jawab soal Viral Warga Gotong Mayat Bocah dari Lantai 3

Azhari Sultan, Jurnalis · Rabu 01 Mei 2019 14:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 01 340 2050222 pihak-rumah-sakit-jawab-soal-viral-warga-gotong-mayat-bocah-dari-lantai-3-CAmMlZDNfe.jpg Ilustrasi Mayat (Foto: Okezone)

JAMBI -- Sebuah unggahan video di media sosial (medsos) pada Selasa (30/4/2019) lalu oleh akun instagram @kabarkampungkito mendadak menjadi viral.

Bagaimana tidak, pada cuplikan video berdurasi 38 detik tersebut ada orang yang diduga keluarganya terlihat menggotong jenazah seorang anak sambil berlari dari lantai 3 Rumah Sakit Abdul Manaf, Kota Jambi ke lantai bawah.

Tidak itu saja, seorang pria yang buat rekaman tersebut mengeluhkan pelayanan yang ada di Rumah Sakit Abdul Manap.

"Ini yang dinamokan rumah sakit Abdul Manap. Kami bawa mayat anak kami, tahan bejalan, bukannyo ditolong pakai lift. Tahan kami berjalan begini na. Tolong dilaporkan yo wal? Kami bawa mayat dari lantai 3 ke lantai bawah. Para petugasnya pada dak katek (dak ada). Tolongin yo wal?" sebut pria yang diduga pihak keluarga dalam video tersebut.

Sontak saja, unggahan video tersebut menjadi viral hingga Rabu pagi (1/5/2019) sudah dilihat sebanyak 72.670 kali.

Baca Juga: Video Seekor Anaconda Menyeberang Jalan di Brasil Jadi Viral

Beragam komentar pun dipenuhi di laman komentarnya. Salah satunya dari @kmsilham, "innalilahi wainna illahi rojiun. Yang sabar yo wal. Salah satu kelemahan fasilitas publik di Jambi adalah pelayanan."

Sementara komentar lain datang dari @rahayu_bachtiar33 yang menulis, "jangan dulu menyimpulkan yang tidak-tidak, kita harus dengar kedua belah pihsk. Sekarang musim apa2 di video trus viral."

Direktur Utama Rumah Sakit Abdul Manap, Rudi yang dihubungi mengaku video yang sekarang menjadi viral tersebut tidak utuh melainkan dipotong.

Menurutnya, saat kajadian tersebut petugas rumah sakit sudah mendorong jenazah, namun tiba dilantai dua jenazah itu diambil dan dibopong keluarga.

"Yang baru datang mengambil jenazah dan dibopong itu keluarga lain, bukan orangtua jenazah. Kalau ibu pasien (jenazah) baik kok, komunikasi dengan kita lancar," tegas Rudi, Rabu (1/5/2019).

Namun, pihaknya masih belum mengetahui penyebab pasti, kenapa pada saat tiba di lantai dua jenazah bisa berpindah tangan dan diambil oleh keluarga lainnya.

"Kita belum megetahui penyebabnya apa sehingga di lantai 2, jenazah diambil dan digendong turun keluarga lainnya," tukas Rudi.

Dari data yang diterimanya di rumah sakit, pasien tersebut masuk IGD pada Senin (29/4/2019) lalu dalam kondisi lemah lantaran terserang penyakit DBD.

Meski sudah berusaha ditangani secara medis, kondisi pasien tidak dapat tertolong lagi pada Selasa (30/4/2019) dini hari kemarin.

"Untuk menyelesaikan permasalahan ini, pihaknya akan segera melakukan langkah duduk bersama, antara petugas dan juga pihak keluarga pasien (jenazah)," katanya.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini