nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

IJTI Kecam Polisi Penganiaya Jurnalis saat Liput May Day di Bandung

Windy Phagta, Jurnalis · Kamis 02 Mei 2019 13:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 02 340 2050550 ijti-kecam-polisi-penganiaya-jurnalis-saat-liput-may-day-di-bandung-bK82zK6uUw.jpg Aksi solidaritas wartawan di Bundaran HI, Jakarta (Dok Okezone)

BANDA ACEH - Ikatatan Jurnalis Telivisi Indonesai (IJTI) Pengda Aceh, mengecam dan mengutuk keras aparat kepolisian pelaku kekerasan dan merampas perlengkapan kerja jurnalis saat meliput aksi Hari Buruh Internasional atau May Day di Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu 1 Mei kemarin.

“IJTI Aceh mengutuk keras tidak kekerasan yang dilakukan oknum anggota Polri yang seharusnya menjadi pengayom,” kata Ketua IJTI Aceh, Munir Noer di Banda Aceh, Kamis (2/5/2019).

Dua jurnalis yang jadi korban kekerasan oleh polisi di Bandung kemarin adalah Prima Mulia, fotografer Tempo dan wartawan freelance Iqbal Kusumadireza alias Reza.

“Pada saat oknum polisi melakukan pemukulan dan merampas alat kerja tersebut, para jurnalis sedang melakukan aktifitasnya, meliput aksi demo yang dilindungi undang-undang dan sesuai dengan kode etiknya,” ujar Munir.

Seharusnya, kata dia, aparat kepolisian memahami dan harus melindungi kerja jurnalis, bukan malah menganiaya.

(Baca juga: Jurnalis Dianiaya Polisi saat Liput Aksi May Day di Bandung, Begini Kronologinya)

“Oleh sebab itu, IJTI Pengurus Daerah Aceh, meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus ini dan menghukum pelaku berdasarkan undang-undang yang berlaku atau sesuai dengan Pasal 18 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers,” kata jurnalis senior MNC Media itu.

Pasal 18 itu berbunyi "menghalang- halangi serta melakukan tindak kekerasan terhadap jurnalis yang tengah menjalankan tugasnya merupakan pelanggaran undang-undang. Pelaku bisa dikenakan pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 18 UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers."

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini