
Lebih lanjut lulusan Akmil 2001 ini pun menjelaskan bahwa dirinya selalu menekankan jajarannya agar terus melakukan pemeriksaan secara ketat terhadap para pelintas batas untuk memberantas penyelundupan miras ilegal melalui jalur darat Trans Papua.
“Jalan Trans Papua ini sering digunakan untuk mengirimkan barang-barang ilegal, salah satunya minuman keras,” ujarnya.
“Saya terus tegaskan ke jajaran Satgas Pamtas untuk tetap waspada dan eksis dalam melanjutkan kegiatan pemeriksaan terhadap para pelintas batas, terutama Miras tanpa ijin (ilegal) sampai akhir penugasan,” papar Andi.
Hal ini sangat penting di lakukan, tuturnya, karena efek dari minuman beralkohol tinggi itu sangat membahayakan kesehatan dan bisa memicu tindakan yang dapat melanggar hukum bagi yang mengkonsumsinya.