nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Yakin Motif Pembunuhan Ibu dan Anak di Aceh karena Harta

Antara, Jurnalis · Selasa 14 Mei 2019 22:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 14 340 2055698 polisi-yakin-motif-pembunuhan-ibu-dan-anak-di-aceh-karena-harta-Rw4dhDZ3Xa.jpeg Ilustrasi (Foto: Ist)

ACEH - Polisi semakin menyakini bahwa AS (40) pembunuh istri dan dua anak tirinya di Ule Madon, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, Provinsi Aceh, yang terjadi pada Selasa 7 Mei dini hari lalu. Sepekan setelah dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka, motifnya ingin menguasai harta pusaka dari suami pertama korban.

“Dari beberapa saksi yang telah dimintai keterangan terkait kasus pembunuhan ini, penyidik menyakini bahwa pembunuhan ini motifnya harta dan pembunuhan ini adalah pembunuhan yang direncanakan,” kata Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kasat Reskrim AKP Indra T Herlambang, seperti dikutip Antaranews, Selasa (14/5/2019).

(Baca Juga: Suami Pembunuh Istri dan 2 Anak di Aceh Ditangkap, Polisi Dalami Motifnya

Menurutnya, dari beberapa saksi yang dimintai keterangan, di antaranya anak sulung korban inisial MR, tetangga korban MA dan adik suami pertama korban MZ, polisi makin menyakini motif di balik kejadian pembunuhan tersebut. Menurut penuturan saksi MZ, kata Kasat Reskrim, korban yang bernama Irawati, pernah mendatangi dirinya dan meminta tanda tangan surat faraidh (surat pembagian harta warisan).

“Disebutkan juga oleh saksi, apabila MZ tidak mau menandatangani surat faraidh tersebut, maka MZ diancam dibunuh oleh pelaku,” kata Kasat Reskrim.

Sementara itu, menurut YA saksi lainnya, juga menerangkan bahwa sebelum kejadian ada keributan masalah handphone yang hendak digadaikan kepada YA oleh korban. Sementara anak sulung korban yang berinisial MR juga menerangkan, bahwa seminggu sebelum kejadian pembunuhan tersebut, tersangka sudah mengancam akan membunuh Irawati dan anaknya.

“Bahkan, menurut keterangan anak korban ini, pelaku juga sering terlihat membawa pisau lipat di kantongnya,” ucap AKP Indra T Herlambang.

Ilustrasi 

Sementara terhadap saksi ZK (anak korban yang berusia 4 tahun dan berhasil lolos dari pembunuhan tersebut) belum bisa diambil keterangan karena masih terlihat syok dan juga harus ada pendampingan dari pihak terkait terhadap trauma yang dialaminya.

“Sampai saat ini, fakta itu yang kami peroleh sejak ditangkap hingga sekarang. Sedangkan terkait kronologi kejadian tentang pembunuhan tersebut akan lebih pasti lagi diketahui saat dilakukan rekonstruksi nantinya, yang direncanakan akan dilakukan disini (polres),” ujar Kasat Reskrim.

(Baca Juga: Anak Bunuh Ayah Kandungnya Usai Bertengkar di Kontrakan

Seperti diketahui, pelaku adalah suami ketiga dari korban Irawati. Sedangkan dua anak yang ikut terbunuh masing-masing Zikr (14) yang ditemukan di tangga rumah adalah anak korban dari suami pertama, dan bayi berumur 16 bulan anak korban yang ditemukan di dalam bak mandi adalah dari suami kedua.

Sedangkan anak korban yang berhasil kabur serta memberitahukan aksi keji ayah tirinya kepada kerabatnya yang lain adalah anak ketiga korban dari suami pertama.

Sementara itu, pelaku sendiri usai melakukan aksinya melarikan diri ke Banda Aceh. serta berhasil ditemukan oleh polisi di kawasan Lambaro, Kota Banda Aceh dan selanjutnya dibawa pulang lagi ke Lhokseumawe. Polisi juga mengungkapkan, bahwa pelaku sehari-hari bekerja sebagai tukang bangunan, pelaku adalah warga Kel. Sugiharjo Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini