nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Saat Rusuh Lapas Langkat Dihuni 1.635 Napi, Padahal Kapasitasnya 915 Orang

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Jum'at 17 Mei 2019 03:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 17 337 2056738 saat-rusuh-lapas-langkat-dihuni-1-635-napi-padahal-kapasitasnya-915-orang-NrB3lUgzcT.jpg Kerusuhan di Lapas Langkat (Istimewa)

JAKARTA – Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) mengakui Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkoba Simpang Ladang, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara yang dilanda kerusuhan, Kamis (16/5/2019), kelebihan kapasitas penghuni atau over capacity.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Kemenkumham, Sri Puguh Budi Utami mengatakan, saat kerusuhan tadi jumlah penghuni Lapas Langkat berdasarkan sistem data pemasyarakatan (SDP) adalah 1.635 orang.

“Kapasitas seharusnya untuk 915 orang,” kata Utami dalam keterangan tertulis diterima Okezone.

Kerusuhan di Lapas Langkah awalnya dipicu oleh penemuan narkoba jenis sabu-sabu oleh petugas lapas. Petugas langsung berkoordinasi dengan Polres Langkat yang menindaklanjuti dengan pemeriksaan.

Menurut Utami hal inilah yang diduga memprovokasi sejumlah narapidana melakukan perlawanan yang berujung pada pemberontakan hingga menjebol pintu Lapas Langkat.Lapas Langkat

Ditambah lagi jumlah petugas yg sangat tidak seimbang dengan jumlah hunian. Rusuh mulai terjadi saat polisi sedang melakukan pemeriksaan terhadap narapidana yang terlibat peredaran narkoba.

Namun, Kemekumham masih menyelidiki dan mendalami penyebab pasti pemicu kerusuhan tersebut.

“Penyebab pasti dari kejadian ini masih dalam penyelidikan dan pendalaman, sedangkan jumlah pasti warga binaan masih kami inventarisir,” ujarnya.

Terkait dengan banyak narapidana yang kabur saat kerusuhan, Kemenkumham berkoordinasi dengan TNI dan kepolisian untuk mencari.

(Baca juga: Lapas Langkat Rusuh, Napi Teriak "Kami Manusia Bukan Binatang")

“Adanya napi yang melarikan diri juga sudah kami koordinasikan dengan TNI juga kepolisian untuk dilakukan pengejaran, selain dilakukan oleh jajaran petugas pemasyarakatan wilayah Sumatera Utara,” ujar Utami.

Utami mengaku akan berangkat ke Langkat untuk melihat langsung kondisi dan mendengar keluhan para narapidana. Ia berjanji akan memenuhi hak-hak napi.

“Kami akan konsisten memenuhi hak–hak mereka, namun kami juga tidak bergeming untuk tegas menghentikan peredaran narkoba di dalam lapas dan rutan,” kata Utami.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini