nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lapas Narkoba Langkat Rusuh, BNN Minta Sistem Pengamanan Dibenahi Total

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Jum'at 17 Mei 2019 05:04 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 17 337 2056746 lapas-narkoba-langkat-rusuh-bnn-minta-sistem-pengamanan-dibenahi-total-m11ggHyIiu.jpg Ketua BNN Heru Winarko (Putera/Okezone)

JAKARTA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkoba Simpang Ladang, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara dilanda kerusuhan, Kamis (16/5/2019). Badan Narkotika Nasional (BNN) menduga insiden itu dipicu buruknya sistem pengamanan dalam lapas.

Kerusuhan di Lapas Langkat awalnya dipicu oleh penemuan narkoba jenis sabu-sabu oleh petugas lapas. Saat petugas bersama polisi memeriksa terjadi perlawanan dari narapidana hingga terjadi kerusuhan.

Kepala BNN Komjen Heru Winarko meminta agar Kemenkumham membenah total sistem pengamanan dalam lapas sehingga narkoba tidak bisa masuk. Diakuinya kasus temuan narkoba hingga terjadi kerusuhan bukan kali ini saja terjadi di lapas.

"Harus segera dilakukan pembenahan," kata Heru di Kantor BNN, Jakarta Timur.

Heru menuturkan, perbaikan sistem harus benar-benar menyentuh hingga ada sikap tegas para sipir, petugas lapas atau rutan agar jangan ada lagi yang bermain mata dengan napi terutama terkait narkoba.Lapas Langkat

Kerusuhan di Lapas Langkat (Ist)

Selama ini, kata dia, kerap ditemukan ada petugas yang memberi “kenyamanan” lebih kepada para napi narkoba. Heru meminta agar petugas yang terlibat “main mata” dengan napi dihukum tegas, jangan hanya diberi sangsi disiplin.

"Kami juga sudah meminta kepada Dirjen PAS untuk menindak tegas keterlibatan sipir, jangan hanya sangsi disiplin saja. Apalagi selama ini kami sudah memproses beberapa kalapas terkait pencucian uang," papar Heru.

(Baca juga: Lapas Langkat Rusuh, Mobil Dibakar dan Banyak Napi Kabur)

Menurut Heru, Deputi Pemberantasan BNN kini terus memantau fenomena yang terjadi di lapas. Sebagian napi narkoba diketahui masih bebas mengendalikan bisnis narkotika dari balik jeruji besi karena buruknya pengawasan.

"Dari beberapa pengungkapan yang kami lakukan, semua bermuara ke lapas. Yang terbaru kemarin, 200 kilogram sabu dikendalikan dari Lapas Cirebon," tutur Heru.

(Baca juga: Lapas Langkat Rusuh, Napi Teriak "Kami Manusia Bukan Binatang")

BNN sudah melaporkan kasus itu ke Dirjen Pemasyarakatan sejak setahun belakangan. Namun, ia menyayangkan belum ada perbaikan sistem yang signifikan sehingga kasus itu terus terulang.

"Kami bicarakan formula untuk menanggulanginya sudah setahun ini berjalan. Harapannya perbaikan sistem untuk memutuskan mata rantai jaringan mereka," tutup Heru.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini