Ayah Terduga Teroris Tak Menyangka Anaknya Ditangkap Densus 88 di Gemolong Sragen

Agregasi Solopos, · Jum'at 17 Mei 2019 18:15 WIB
https: img.okezone.com content 2019 05 17 512 2057008 ayah-terduga-teroris-tak-menyangka-anaknya-ditangkap-densus-88-di-gemolong-sragen-8CejZJwfYT.jpg Ilustrasi Penangkapan (foto: Shutterstock)

KARANGANYAR - Warga Desa Paulan, Colomadu, Karanganyar berinisial Mn, tak menyangka jika putranya bisa terlibat kasus terorisme. Bahkan, dia kaget saat dengar kabar anaknya yang berinisial IHM ditangkap tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri di Gemolong, Sragen, Selasa 14 Mei 2019.

Setahu Mn, IHM tidak pernah menunjukkan keanehan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Mn pun tak pernah terpikir anaknya bakal menjadi seorang terduga teroris.

Baca Juga: Baru Nikah 2 Bulan, Istri Terduga Teroris yang Ditangkap di Gemolong Sragen Syok 

“Dulu ketika masih di Colomadu, anak pertama saya ini (IHM) kalau di rumah ya baik-baik saja. Tetapi kalau sudah di luar rumah saya tidak tahu,” ujar Mn ketika ditemui di kediamannya, Kamis 16 Mei 2019.

Ilustrasi Densus 88 Antiteror Mengamankan Seorang Terduga Teroris (foto: Okezone) 

Pria yang sehari-hari berjualan kelapa muda di Colomadu ini mengatakan saat ini belum tahu kondisi putranya. Hingga kini dia belum bisa berkomunikasi atau bertemu denga sang anak. Namun, dia berharap, agar urusan yang menimpa salah satu putranya segera selesai.

Diberitakan sebelumnya, IHM yang tercatat sebagai warga Trowangsan, Malangjiwan, Colomadu, Karanganyar, ditangkap Densus 88 saat hendak ke masjid di dekat rumah mertuanya di Gemolong, Sragen, Selasa sekitar pukul 05.00 WIB. IHM baru dua bulan menikah dengan perempuan asal Gemolong, Sragen.

Di sisi lain, Kepala Dusun Trowangwangsan, Suwarno, juga mengaku tak menyangka IHM ditangkap Densus karena diduga terlibat terorisme. Sepekan sebelum ditangkap, IHM sempat mengisi kultum Salat Tarawih di salah satu masjid di Malangjiwan bersama dirinya.

“Ketika itu saya yang mengimami Salat Tarawih dan IHM mengisi kultumnya. Menurut saya ketika itu isi kultum yang diberikannya biasa-biasa saja, normatif,” ujar dia.

Di mata Suwarno, IHM yang belum genap dua bulan menikah di Balai Desa Malangjiwan ini tidak neka-neka. Acara pernikahan IHM yang berbarengan dengan pernikahan adiknya berlangsung sederhana. Suwarno menjadi MC di acara pernikahan tersebut.

Baca Juga: Terduga Teroris di Sragen Ditangkap saat Sedang Ceramah di Masjid 

Tetangga Mn, Sukarno, mengatakan dalam kehidupan sehari-hari keluarga Mn dikenal baik. Karena itu dia juga mengaku kaget ketika mendengar IHM ditangkap di Gemolong karena diduga terlibat terorisme.

“Saya kenal dekat dengan ayah IHM karena teman makelaran tanah dengan saya. Mn orangnya tidak neka-neka, bahkan ketika dinakali temannya saat makelaran seperti tidak diberi uang lelah, dia hanya diam,” ujar dia.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini