Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bupati Tabanan Tegaskan Komitmen Pelestarian Subak

Fahreza Rizky , Jurnalis-Selasa, 21 Mei 2019 |14:24 WIB
Bupati Tabanan Tegaskan Komitmen Pelestarian Subak
Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti (okezone)
A
A
A

JAKARTA - Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti beserta jajarannya menghadiri rapat koordinasi pelestarian dan pengelolaan subak Bali sebagai warisan dunia UNESCO bersama Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK).

Pantauan Okezone, rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK Nyoman Shuida, dan Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nadjamuddin Ramly.

Dalam rapat itu, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menegaskan komitmennya dalam melestarikan subak sebagai warisan budaya dunia (WBD). Sejurus dengan itu ia juga menagih komitmen semua pihak untuk bersama-sama menjaga subak tersebut.

Tabanan

"Kesimpulannya adalah pelestariannya komitmen kita untuk menjaganya. Kebetulan WBD ini ada di kabupaten. Kami harapkan peran serta provinsi, nasional, karena UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemda kewenangan pemda justru tidak ada. Tapi Tabanan dititipkan suatu hal atau proyek begitu besar yang membutuhkan anggaran begitu besar dan jangan sampai beban itu hanya ada di daerah, tapi tanggung jawabnya nggak dibagi," ujar Putu Eka di Kemenko PMK, Jakarta, Selasa (21/5/2019).

Subak, kata Putu Eka, merupakan cerminan keunikan Indonesia dan Bali. Masyarakat dan petani yang ada di sana haruslah sejahtera karena subak telah menjadi WBD. Selain itu, fasilitas publik di sana harus dipercantik karena subak juga telah menjadi tempat wisata. Namun pembangunan fasilitas publik di sana tidak boleh mengganggu kelestarian subak itu sendiri.

"Karena sudah WBD tentu orang pada datang. Namanya home stay, restoran perlu ditata kembali. Namanya destinasi wisata perlu sekian persen fasiilitas publik. Jangan sampai orang datang toilet aja nggak ada. Jadi diatur dalam zonasi aja," terang dia.

Putu Eka menegaskan, pihaknya sudah banyak menjalankan program untuk melestarikan subak sebagai warisan budaya dunia sebagaimana diakui UNESCO. Upaya pelestarian itu juga dilakukan bersama-sama stakeholder lainnya. Karena itu, ke depan ia meminta seluruh pihak membuktikan komitmennya untuk melestarikan subak agar tetap terjaga sebagai warisan budaya yang tidak lekang oleh waktu.

"Semua stakeholder harus komitmen, tidak hanya saya saja tapi semua yang ada didalamnya. Baik tokohnya, subak itu sendiri, masyarakat, pemerintah baik lokal maupun nasional. Karena ini image dunia, Indonesia dan Bali. Semua harus menjaga," pungkas Putu Eka.

(Fahmi Firdaus )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement