Sumber yang dekat dengan penyelidikan mengatakan peledak itu kemungkinan besar adalah aseton peroksida, atau APEX, senyawa yang mudah menguap yang digunakan dalam serangan teror Paris yang mematikan pada 13 November 2015.
Penyelidik menemukan sekrup kecil, bantalan bola dan baterai bersama dengan papan sirkuit tercetak dan perangkat pemicu yang dikendalikan dari jarak jauh.
Tiga belas orang terluka dalam ledakan itu—delapan wanita, empat pria dan seorang gadis berusia 10 tahun—di antaranya 11 memerlukan perawatan di rumah sakit.
(Rachmat Fahzry)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.