Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Menelusuri Jejak AZ Pembunuh Bayaran yang Diperintah Habisi 4 Tokoh Nasional

Hambali , Jurnalis-Kamis, 30 Mei 2019 |03:01 WIB
Menelusuri Jejak AZ Pembunuh Bayaran yang Diperintah Habisi 4 Tokoh Nasional
Kediaman AZ di Tangerang Selatan (Foto: Hambali)
A
A
A

Ketua RT yang mengenalnya cukup dekat itu pun lantas mulai bercerita, baik aktivitas AZ di lingkungan musala maupun di grup WhatsApp pengurus lingkungan. Dikatakan, AZ memiliki kepribadian yang keras, sulit berdiskusi, dan memiliki ego yang tinggi.

"Dia orangnya keras, kadang sudah berapa kali kita ingatin tentang sesuatu misalnya, ya dia tetap aja sama pendiriannya," kata Kaliman.

Dibeberkan Ketua RT, jika AZ kerap mengirim video dan foto yang berisi hasutan ke WAG pengurus lingkungan. Video dan broadcast yang di-share isinya sangat mendiskreditkan pemerintah, misalnya soal maraknya Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina, isu PKI, penangkapan ulama, dan lainnya.

"Pernah terakhir saya peringatin, kalau sampai masih kirim-kirim yang isinya seperti itu ke grup, maka saya keluarkan dari grup. Karena dampaknya apa? akhirnya mereka yang aktif dalam grup jadi risih, karena yang di-share seperti itu semua," tuturnya.

AZ diketahui bekerja di perusahaan perekrutan jasa sekuriti di kawasan Gading Serpong, BSD, Tangerang. Sejak sekira 3 tahun lalu, AZ dan keluarga mulai menempati kontrakan di lingkungan RT03 hingga saat ini.

(Baca Juga: Lemkapi Yakin Rencana Pembunuhan 4 Tokoh Nasional Bukan Rekayasa)

Meskipun dituding selalu menyudutkan pemerintah, namun AZ, sang istri Mely (42), serta ketiga putrinya, EN (18), NN (14), dan El (6) dikenal baik dan ramah oleh warga sekitar. Namun, belakangan saat memasuki tahapan Pilpres 2019, AZ kian gencar mengirim propaganda yang menyerang salah satu kandidat.

"Kalau kumpul-kumpul atau kerja bakti dia aktif, supel juga sama warga lainnya. Memang dia ngakunya aktif di BPN (Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi)," ujarnya.

Empat tokoh nasional yang masuk dalam rencana pembunuhan tersebut telah diungkap kepolisian. Mereka adalah Menko Polhukam Wiranto, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan dan Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen Keamanan Gories Mere.

Kemudian, ada pula lembaga pimpinan lembaga survei, yang masih ditutup identitasnya oleh kepolisian. “Pelaku-pelaku yang disuruh melakukan eksekusi sudah ditangkap semua,” kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement