nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Filipina Mengaku Pernah Jadi Gay Sebelum Akhirnya Sembuh

Rahman Asmardika, Jurnalis · Sabtu 01 Juni 2019 16:28 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 01 18 2062930 presiden-filipina-mengaku-pernah-jadi-gay-sebelum-akhirnya-sembuh-s1m5wwfTzg.jpg Presiden Filipina, Rodrigo Duterte. (Foto: Reuters)

TOKYO - Presiden Filipina, Rodrigo Duterte membuat sebuah pengakuan yang mengejutkan saat melakukan kunjungan ke Jepang. Pria berusia 74 tahun itu mengatakan bahwa dirinya adalah seorang gay atau penyuka sesama jenis sebelum bertemu dengan mantan istrinya, dan dia kemudian “kembali menjadi seorang pria”.

Duterte sering melontarkan ucapan-ucapan mengenai penyuka sesama jenis, menuduh sebagian besar pastur Gereja Katolik sebagai gay. Pada pidatonya pada Kamis, Duterte terlebih dahulu menuduh lawan politiknya sebelum mengaku bahwa dia pernah menjadi seorang gay.

Menurut media setempat, Duterte mengatakan bahwa siapa pun yang tahu akan sampai pada kesimpulan yang sama lawan dan pengkritiknya: Senator Antonio Trillanes.

Saya berkata, "Apakah Anda yakin?" Mereka berkata, "Anda bertanya pada orang gay mana pun yang melihat Trillanes bergerak, mereka akan mengatakan dia gay." Tidak heran. Untung Trillanes dan saya mirip-- tapi saya menyembuhkan diri saya sendiri,” kata Duterte sebagaimana dilansir RT, Sabtu (1/6/2019).

Dia kemudian mengatakan bahwa dia membuat keputusan untuk "menjadi laki-laki lagi" setelah bertemu dengan mantan istrinya, sebelum menambahkan "Duterte adalah gay. Jadi saya gay, saya tidak peduli apakah saya gay atau tidak. "

Meskipun dia tidak pernah begitu eksplisit, ini bukan pertama kalinya Duterte mengisyaratkan tentang kecenderungannya: Pada 2017, dia bercanda tentang mempertimbangkan biseksualitas sehingga dia bisa "bersenang-senang dengan dua cara."

Meski tampaknya terbuka dengan hubungan sesama jenis, Duterte cenderung tidak menyetujui legalisasi pernikahan pasangan gay di negara Katolik konservatif itu. Setelah sempat mempertimbangkan gagasan itu pada awal pemerintahannya, dia kemudian menyatakan bahwa gagasan pernikahan sesama jenis bertentangan dengan prinsip-prinsip sipil dan keagamaan Filipina.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini