Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

E-Commerce TTI Dekatkan Petani dan Konsumen

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Senin, 03 Juni 2019 |13:52 WIB
E-Commerce TTI Dekatkan Petani dan Konsumen
Foto: dok Kementan
A
A
A

“User name aplikasi ini hanya diberikan kepada produsen atau gapoktan dan pengelola TTI,” katanya. Namun Inti menambahkan, pihaknya saat ini juga tengah membangun aplikasi B to C yang nantinya diharapkan lebih mudah mempertemukan produsen atau pengelola TTI dengan konsumen.

Nilai Transaksi

Data TTIC selama tahun 2018 ada sebanyak 1.173 yang mengunduh aplikasi tersebut, baik petani, gapoktan maupun pengelola TTI. Bahkan tahun lalu nilai transaksi E-Commerce mencapai Rp 8,6 miliar. Sedangkan tahun ini hingga Mei 2019 sudah mencapai Rp 3,5 miliar. “Kami harapkan hingga akhir tahun nilai transkasi E-Commerce akan lebih tinggi dari tahun lalu,” ujarnya.

Inti yang juga Kepala Bidang Distribusi Pangan, Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian mengatakan, saat ini aplikasi E-Commerce TTI masih sebatas untuk komoditas beras. Namun ke depan, pihaknya berencana mengembangkan untuk komoditas lainnya, seperti cabai dan bawang merah.

Banyak keuntungan aplikasi ini. Bagi produsen menurut Inti, lebih mudah memasarkan produknya. Sedangkan bagi pengelola TTI mendapatkan kepastian barang. Sebab, dalam aplikasi E-Commerce TTI ada pilihan seperti, waktu pengantaran barang, jenis moda transportasi dan nomor kontak masing-masing (gapoktan dan pengelola TTI).

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement