Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Satu Abad Penerbangan Trans-Atlantik Pertama di Dunia

Agregasi VOA , Jurnalis-Selasa, 11 Juni 2019 |06:36 WIB
Satu Abad Penerbangan Trans-Atlantik Pertama di Dunia
Pilot Perintis Jhon Alcock dan Arthur Whitten Brown mendaratkan pesawat Vikers Vimmy di Rawa Clifden Irlandia 15 Juni 1919 (Foto: AP)
A
A
A

Pesawat Vickers Vimy tampak kepayahan membawa 4.000 liter bahan bakar dan hanya bisa terbang sedikit di atas pucuk pohon-pohon, meluncur dengan hembusan angin.

“Saya beberapa kali harus menahan napas karena ketakutan roda-roda pesawat akan menabrak atap rumah atau pucuk pohon,” kenang Brown dalam buku “Flying the Atlantic in Sixteen Hours” (1920)

Begitu mengudara, para penerbang Angkatan Udara Inggris itu mengarahkan pesawat ke timur menuju Irlandia.

Terbang Buta

Karena kabut tebal, hampir sepanjang perjalanan mereka harus terbang buta. Pesawat terombang-ambing oleh angin, naik dan menukik, kadang hanya beberapa meter dari permukaan air, Alcock mengenang.

“Saya yakin kami terbang melingkar dan tak sengaja kami terbang dalam putaran dalam. Hal itu sangat mengagetkan. Kami kehilangan arah cakrawala,” kata Alcock kepada koran Daily Mail.

Es dan hujan es mengakibatkan beberapa instrumen penerbangan macet dan mengancam membekukan motor pesawat. Brown bahkan harus mengikis lapisan es dengan pisaunya.

“Kami mengalami perjalanan yang mengerikan. Kami tidak pernah bertemu sebuah kapal dan kami tidak mendapat pesan apapun,” kata Alcock setelah menyelesaikan misinya.

“Kami terbang sepanjang permukaan air dan kami sempat meragukan posisi kami. Meski kami yakin kami di ‘situ atau kira-kira di situ.’ Kami mencari daratan dan berharap bisa menemukannya kapan saja.”

Pendaratan Rawa di Irlandia

Ketika akhirnya tiba-tiba tampak daratan keras pada pagi 15 Juni, “rasanya luar biasa,” kata Alcock, sang pilot.

Dia melihat sebuah lapangan untuk mendarat dekat Clifden di County Galway. Tapi rupanya lapangan itu adalah rawa-rawa.

“Roda-rodanya tenggelam hingga bagian as di lapangan. Pesawat Vimy tumbang pada bagian hidung,” katanya.

Sir Arthur

Pesawat mereka rusak. Tapi dua penerbang perintis itu selamat tanpa cedera. Penerbangan diselesaikan sedikit melebihi 16 jam.

Pahlawan

Alcock dan Brown disambut sebagai pahlawan di Dublin, Irlandia dan London. Winston Churchill, yang saat itu menjabat sebagai menteri penerbangan Inggris, menyerahkan hadiah dari Daily Mail. Keduanya kemudian diberi gelar kebangsawanan oleh Raja George V.

Namun delapan tahun kemudian, pada 20 Mei 1927, rekor mereka ditumbangkan oleh penerbang Amerika Charles Lindberg. Lindberg terbang solo menyeberangi Atlantik, dari New York ke Paris.

Alcock wafat enam bulan kemudian setelah ekspedisi itu ketika pesawatnya jatuh dekat Rouen, Perancis. Brown meninggal pada 1948.

(Arief Setyadi )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement