Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Satu Abad Penerbangan Trans-Atlantik Pertama di Dunia

Agregasi VOA , Jurnalis-Selasa, 11 Juni 2019 |06:36 WIB
Satu Abad Penerbangan Trans-Atlantik Pertama di Dunia
Pilot Perintis Jhon Alcock dan Arthur Whitten Brown mendaratkan pesawat Vikers Vimmy di Rawa Clifden Irlandia 15 Juni 1919 (Foto: AP)
A
A
A

PARIS — Terbang melintas sejauh 3.000 kilometer, Kapten John Alcock dan navigator Letnan Arthur Whitten Brown, menyelesaikan penerbangan tanpa henti menyeberangi Atlantik yang pertama di dunia.

Berikut kilas balik penerbangan bersejarah antara Newfoundland di Kanada dan Irlandia pada 14-15 Juni 2019. 

Hadiah Uang Tunai 

Ketika Alcock dan Brown memasuki kokpit pesawat pengebom Perang Dunia I yang sudah dimodifikasi pada 14 Juni, Atlantik Utara sudah ditaklukkan melalui udara. Tapi belum pernah ada yang melakukan dalam sekali perjalanan. 

Beberapa minggu sebelumnya, tiga pesawat jenis Curtiss milik Angkatan Laut Amerika Serikat terbang dari New York melintas Atlantik Utara dengan singgah di Newfoundland, kepulauan Azores, Portugal dan Inggris.

(Baca Juga: Apakah Kita Sedang Menuju pada Kehancuran Peradaban?)

Hanya satu pesawat yang bisa menyelesaikan perjalanan tersebut dengan menjelajah 6.000 kilometer selama tiga minggu.

Dunia Penerbangan

Koran Inggris Daily Mail mengumumkan kompetisi terbang melintasi Atlantik tanpa henti dengan hadiah uang tunai 10.000 poundsterling atau saat ini setara Rp 180,8 juta, dari Amerika Utara ke Kepulauan Inggris kurang dari tiga hari.

Beberapa minggu sebelum tim Alcock-Brown memulai penerbangan, dua tim lainnya sudah mendahului. Namun mereka tak berhasil. Pesawat tim pertama jatuh ke laut dan diselamatkan, sedangkan pesawat tim kedua mengalami kecelakaan saat lepas landas.

Nyaris Tak Melewati Pucuk Pohon

Alcock yang berusia 26 tahun dan Brown, 32 tahun, lepas landas sore hari dari St. John, salah satu dari titik paling timur di Amerika Utara.

(Baca Juga: Kisah Ilmuwan Muslim yang Temukan Teori Evolusi 1.000 Tahun Sebelum Darwin)

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement