nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kenali Ciri-Ciri Penipuan Berkedok KPK lewat Telepon

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Jum'at 14 Juni 2019 14:56 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 14 337 2066471 kenali-ciri-ciri-penipuan-berkedok-kpk-lewat-telepon-1BwgjxhnDN.jpg Juru Bicara KPK, Febri (Foto: Okezone)

JAKARTA - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengimbau agar masyarakat berhati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan lembaga antirasuah. Febri mengatakan, pihaknya sudah menerima 60 laporan dugaan penipuan yang mengatasnamakan KPK.

"Sejak 23 Mei 2019 hingga hari ini, total terdapat 60 laporan pengaduan masyarakat yang mengakatan dihubungi oleh nomor tidak dikenal dan mengaku sebagai petugas KPK," kata Febri di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (14/6/2019).

Menurut Febri, kebanyakan pelapor yang mendapat telepon dari orang tidak dikenal mengaku sebagai petugas KPK dan melakukan berbagai modus penipuan. Modus penipuan tersebut serupa dengan laporan sebelum-sebelumnya.

"Modus yang digunakan mirip dengan modus penipuan yang mengatasnamakan KPK pada laporan Pengaduan KPK gadungan sebelumnya," terangnya.

Baca Juga: Waspada, Indikasi Penipuan Berkedok Seleksi Pegawai KPK

Febri

Febri pun memaparkan modus-modus penipuan lewat telepon yang mengatasnamakan sebagai petugas KPK. Berikut modus penipuan yang diterima KPK dari sejumlah laporan yang masuk:

1. Masyarakat dihubungi oleh nomor telepon (PTSN) atau nomor HP (sebagian besar nomor 088XXX )

2. Yang menjawab adalah mesin (disampaikan selamat datang di layanan Pengaduan KPK dan disampaikan bahwa pelapor mendapatkan Surat Peringatan dari KPK), kemudian diarahkan untuk menekan tombol 0 atau angka tertentu.

3. Pelapor berbicara oleh oknum, yang kemudian menanyakan nama dan nomor identitas. Kemudian disampaikan bahwa pelapor terindikasi pencucian uang karena ada dana sebesar 3 – 4 M di salah satu bank. Kemudian dikatakan, ada indikasi uang tersebut terkait dengan kasus korupsi. Kemudian pelapor seolah-olah dihubungkan ke kantor Polda tertentu (ada oknum lain yang berbicara dan mengaku petugas Polri yang bertugas di Polda tersebut).

4. Pelapor ditawarkan jasa untuk membantu agar dapat mengamankan hartanya dan tidak terkait dengan kasus di KPK. Pada tahapan ini pelapor akan dimintai nomor rekeningnya.

Febri memastikan KPK hanya memiliki satu nomor telepon Call Center yakni 198.‎ Sementara mayoritas penelpon yang melakukan penipuan menggunakan nomor handphone.

"Beberapa nomor HP yang menghubungi korban, diantaranya: 088152150543, 088824125486,088500768632, 088176007253, 0215238850,52221703, 62211101853, 0215239203,+601123026455, 0213056975, ‎0501491871, 021 5234790, 021 5236579," paparnya.

KPK kembali mengingatkan pada masyarakat agar berhati-hati jika ada pihak-pihak yang mengaku KPK atau penegak hukum lainnya yang menyampaikan Informasi keliru dan menawarkan dapat mengurus sebuah perkara dengan imbalan tertentu.

Febri menekankan agar tidak memberikan data atau Informasi pribadi dan segera klarifikasi dengan cara menghubungi Call Center KPK 198.

"Jika ada upaya penipuan atau pidana lebih lanjut, silakan langsung melaporkan pada kantor kepolisian terdekat," pungkasnya.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini