nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Viral di Medsos, Juru Parkir Tarik Rp50 Ribu di Alun-Alun Kota Malang Ditindak Tegas

Avirista Midaada, Jurnalis · Selasa 18 Juni 2019 03:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 17 519 2067597 viral-di-medsos-juru-parkir-tarik-rp50-ribu-di-alun-alun-kota-malang-ditindak-tegas-tt5POPD9w9.jpg Foto: Istimewa

KOTA MALANG - Video juru parkir nakal yang menarik tarif parkir di luar batas kewajaran di Alun-Alun Kota Malang direspons cepat Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Malang, Handi Priyanto mengatakan, pihaknya hari ini, Senin (17/6/2019) telah menerjunkan petugas ke lokasi dan melakukan penertiban terhadap yang bersangkutan.

"Tim kami sudah turun ke lokasi mencari informasi keberadaan pelaku penarikan parkir tersebut," ujarnya.

Dishub berhasil mengamankan petugas parkir bernama Panut dan Kolil yang diduga menarik tarif parkir melebihi batas kewajaran. "Sudah kami tindak tegas dan diberikan pengarahan kepada jukir. Kami jelaskan apa saja pelanggaran yang dilakukannya," ujar Handi.

Handi menjelaskan, sesuai aturan Perda yang berlaku, seharusnya tarif parkir untuk bus besar, trailer, dan truk gandeng dipatok sebesar Rp10 ribu bukan Rp50 ribu, sebagaimana terungkap dalam video yang viral di media sosial tersebut.

(Baca juga: Viral Juru Parkir Nakal Tarik Uang ke Pengendara Rp50 Ribu)

"Kalau untuk bus besar, truk gandeng, dan trailer Rp10 ribu, minibus, truk kecil sebesar Rp5 ribu, mobil, pikap dan sejenisnya Rp3 ribu, dan sepeda motor itu tarifnya Rp2 ribu," ujar dia.

Sedangkan untuk tarif parkir yang sifatnya insidentil, truk, bus dan trailer dipatok Rp20 ribu, mobil dan sejenisnya dipatok Rp5 ribu, sementara sepeda motor dipatok Rp3 ribu.

"Itu kalau insidentil yang tidak setiap hari," kata dia.

Di sisi lain, Wali Kota Malang Sutiaji juga dibuat berang dengan ulah sang juru parkir nakal ini. Sutiaji bahkan mengancam akan memidanakan juru parkir tersebut bila terbukti mengulanginya kembali.

"Kalau masih nakal dan tidak mau berubah, keanggotaannya akan kita cabut dan status pidana akan dinaikkan," ujar dia.

Ia pun berkomitmen melakukan pengawasan dan pengaturan manajemen perparkiran di Kota Malang. "Semoga ini bisa jadi acuan kita supaya bisa berbenah dan melalukan pengawasan," katanya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini