nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Gali Informasi Dugaan Korupsi Pejabat BUMN

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 18 Juni 2019 02:23 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 18 337 2067609 kpk-gali-informasi-dugaan-korupsi-pejabat-bumn-2ysCWbONjd.jpg Gedung KPK.

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghimpun informasi laporan dugaan korupsi yang dilakukan Direktur Utama PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN), Sattar Taba. Dalam mengumpulkan data, KPK meminta keterangan dari salah satu perwakilan dari Front Masyarakat Anti Korupsi (F-MAKI) pada Senin, 17 Juni 2019.

"Hari ini, saya dipanggil tim KPK dan disebutkan mereka telah menelaah laporan dari kami dengan baik dan akan ditindaklanjuti," kata Syaefuddin, selaku koordinator F-MAKI kepada wartawan, Senin 17 Juni 2019.

Syaefuddin menambahkan, pihaknya mengapresiasi kinerja tim KPK dalam kasus ini. Sejak dilaporkan dengan setumpuk bukti serta informasi, pemanggilan dirinya ke KPK hari ini jadi bukti bahwa laporannya tak sekadar dibaca.

"Sejak awal kami yakin bahwa yang kongkret tentang korupsi ini. Bukan omong kosong," ujarnya.

Ia berharap, dengan tambahan informasi yang diberikan hari ini bisa membantu KPK untuk meningkatkan status perkara ke penyidikan.

Gedung KPK.

Sementara itu, Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi masih merahasiakan perkembangannya. "Kalau di Dumas (pengaduan masyarakat) masih awal (informasinya)," singkatnya.

Sebagaimana diketahui, F-MAKI melaporkan dugaan korupsi yang melibatkan PT KCN dan KBN kepada KPK.

"Dalam kasus ini kami jelaskan, PT KCN (Karya Citra Nusantara) merupakan perusahaan yang bergerak di dalam bidang kepelabuhan batas lahan C-1 Kawasan Marunda dan merupakan anak perusahaan PT Kawasan Berikat Nusantara. Kemudian pada tahun 2014-2016, muncul dugaan manipulasi dan korupsi atas penggunaan uang KCN sebesar Rp7,7 miliar yang diduga dilakukan oleh para pejabat KCN dan PT KBN sebagai induk perusahaan," kata Syaefuddin beberapa waktu lalu.

Sebab, dalam laporannya, ditemukan pengeluaran dana via cek PT KCN, 11 transaksi sebesar Rp7,7 Miliar yang diduga untuk kepentingan pribadi. Modusnya pengeluaran cek ditandatangani sepihak oleh Direktur Keuangan PT KCN saja.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini