Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pesawat Malindo Air yang Tergelincir Dievakuasi, Bandara Husein Sastranegara Masih Ditutup

CDB Yudistira , Jurnalis-Kamis, 20 Juni 2019 |19:19 WIB
Pesawat Malindo Air yang Tergelincir Dievakuasi, Bandara Husein Sastranegara Masih Ditutup
Ilustrasi pesawat Malindo Air.
A
A
A

BANDUNG – Pesawat Malindo Air 301 rute Bandung-Kuala Lumpur yang tergelincir di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, akan dievakuasi. Imbas hal itu, Bandara Husein Sastranegara belum bisa beroperasi.

Selain itu, Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) juga akan turun tangan untuk menyelidiki penyebab tergelincirnya pesawat yang mengangkut 114 penumpang dan 8 kru.

"Kita tengah lengkapi dulu dokumentasi. Setelah itu akan geser (pesawat) ke tempat yang aman. Apabila tidak ada lagi halangan di landasan untuk operasional, Bandara Husein akan kita buka lagi," ujar Komandan Lanud Husein Sastranegara Kol Pnb Bonang Bayuaji, di Bandung, Kamis (20/6/2019).

Sementara ditutup ini, pihak bandara akan mengalihkan atau pemindahan penerbangan, serta pengembalian dana tiket (refund), bagi para penumpang.

"Maskapai juga punya SOP untuk menangani manajemen delay," ujar Executive General Manager Bandara Husein Sastranegara, Andika Nuryaman, di lokasu yang sama.

Ilustrasi Malindo Air.

Mengenai operasional penerbangan lainnya, dia belum bisa memastikannya. Hal ini berkaitan dengan penyelidikan serta evakuasi pesawat yang tergelincir.

Sementara waktu, rute penerbangan dialihkan ke Cengkareng dan Halim Jakarta.

"Tim dari KNKT dan tim teknik sedang persiapan untuk evakuasi," katanya.


Baca Juga : Pesawat Malindo Air Tergelincir, Bandara Husein Sastranegara Ditutup

Sebelumnya diberitakan, pesawat Malindo Air 301 dengan nomor registrasi 9MLCK tergelincir di Bandara Husein Sastranegara, Bandung. Pesawat dengan rute Bandung-Kuala Lumpur itu tergelincir pada 14.13 WIB, Kamis (20/6/2019).

Diketahui pesawat tersebut mengangkut 114 penumpang dan 8 kru. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

(Erha Aprili Ramadhoni)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement