nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Warga Bantul Sudah Menjerit Kekurangan Air Bersih Sejak Bulan Puasa

Kuntadi, Jurnalis · Sabtu 22 Juni 2019 11:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 21 510 2069392 warga-bantul-sudah-menjerit-kekurangan-air-bersih-sejak-bulan-puasa-vJaACVuoLp.jpg

BANTUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, mencatat sudah ada 8 dari 17 Kecamatan yang mengalami kekeringan. Permintaan droping air bersih sudah muncul sejak bulan puasa lalu.

“Kecamatan-kecamatan ini sudah langganan dan terjadi setiap tahun. Namun bukan semuanya desa, hanya ada beberapa desa saja di setiap kecamatan,” terang Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Dwi Daryanto.

Delapan kecamatan ini meliputi, Kecamatan Piyungan, Pleret, Imogiri, Dlingo, Pundong, Pajangan, Kasihan dan Pendek. Dampak kekeringan hanya terjadi di beberapa desa saja, yang menjadi langganan kekeringan.

Kekeringan di Blora

BPBD juga sudah mulai melaksanakan dorping air bersih sejak bulan Mei lalu. Pada bulan puasa kemarin, beberapa desa sudah mulai mengajukan permintaan bantuan air bersih. Droping baru saja dilakukan di Desa Segoroyoso, Pandak, Dlingo dan di Terong.

“Sejak bulan puasa kita sudah droping dan permintaan terus bertambah,” terangnya.

Disinggung mengenai anggaran, Dwi Daryanto mengaku hanya meiliki cadangans keitar Rp40 juta. Dalam praktik di lapangan, droping air bersih tidak selalu dipenuhi dengan APBD.

Lipsus Kekeringan

Banyak perusahaan yang mengalokasikan dana Corporate Social Responcibility (CSR) untuk distribusi air bersih. Selai itu banyak organisasi yang peduli dengan kebutuhan air bersih yang akan memberikan bantuan.

“Setiap ada bantuan harus koordinasi dengan BPBD agar bantuan tidak tumpang tindih,” jelasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini