“Sejak bulan puasa kita sudah droping dan permintaan terus bertambah,” terangnya.
Disinggung mengenai anggaran, Dwi Daryanto mengaku hanya meiliki cadangans keitar Rp40 juta. Dalam praktik di lapangan, droping air bersih tidak selalu dipenuhi dengan APBD.

Banyak perusahaan yang mengalokasikan dana Corporate Social Responcibility (CSR) untuk distribusi air bersih. Selai itu banyak organisasi yang peduli dengan kebutuhan air bersih yang akan memberikan bantuan.
“Setiap ada bantuan harus koordinasi dengan BPBD agar bantuan tidak tumpang tindih,” jelasnya.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.