Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Penangguhan Penahanan Mantan Danjen Kopassus Soenarko Dinilai Redam Potensi Gejolak

Achmad Fardiansyah , Jurnalis-Rabu, 26 Juni 2019 |13:44 WIB
 Penangguhan Penahanan Mantan Danjen Kopassus Soenarko Dinilai Redam Potensi Gejolak
Foto Istimewa
A
A
A

JAKARTA - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menjadi penjamin penangguhan penahanan mantan Danjen Kopassus Soenarko, yang terlibat kasus makar dan kepemilikan senjata api.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi III DPR RI Fraksi PPP, Arsul Sani menilai positif langkah Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang turut menjamin penangguhan penahanan Soenarko yang mendapatkan perhatian publik.

"Panglima TNI turut menjamin, maka itu menguatkan aspek pemenuhan persyaratan untuk penangguhan," kata Asrul dalam keterangannya, Rabu (26/6/2019).

 Soenarko

Arsul pun menjelaskan penahanan seseorang dalam sebuah kasus merupakan kebutuhan subyektif penyidik agar kerja-kerja proses penyidikannya lancar. Dan apabila penyidik merasa bahwa tanpa penahanan lebih lanjut, mereka sudah bisa menyelesaikan tugas penyidikannya maka tidak masalah ketika tidak ada penahanan.

"Ya malah bagus kalau kasus-kasus 'high profile' yang menjadi tersangka tidak perlu ditahan. Yang paling penting Polri perlu menjelaskan lebih lanjut mengapa misalnya yang lain, termasuk Kivlan Zen belum ditangguhkan," katanya. Dia menilai, TNI-Polri sudah terjalin hubungan yang sinergis, jauh sebelum adanya kasus Soenarko.

 Baca juga: Penahanan Soenarko & Eggi Sudjana Ditangguhkan, JK: Mereka Belum Makar

Sementara itu, anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKS Soemandjaja menilai langkah Panglima TNI yang ikut menangguhkan penahanan Soenarko karena penghormatan kepada seniornya dan sebagai bentuk solidaritas, serta tidak memberikan bobot hukum namun bobot politik.

 Soenarko

Menurut dia, penangguhan penahanan diatur dalam UU nomor 8 tahun 1981 tentang KUHAP dan pihak yang diperbolehkan menangguhkan penahanan adalah keluarga dan kuasa hukum.

"Karena itu kalau ada pihak lain yang memberikan jaminan penangguhan penahanan, itu memberikan bobot saja," katanya.

 Baca juga: Penangguhan Penahanan Soenarko Redakan Ketegangan Kubu Prabowo dan Jokowi

Dia menilai sebaiknya Polri tidak hanya mempertimbangkan bobot politik saja namun aspek kemanusiaan dan jaminan keluarga ataupun kuasa hukum yang memberikan jaminan penangguhan penahanan.

Komentar serupa pun dikatakan oleh Pengamat politik dan pertahanan UKI, Sidratahta Mukhtar menilai langkah Panglima TNI tersebut patut diapresiasi untuk meredam gejolak di internal TNI AD khususnya Kopassus.

"Saya nilai itu salah satu langkah untuk meredam gejolak di TNI AD khususnya Kopassus," kata Sidratahta.

 Soenarko

Dia menilai Panglima TNI menempuh jalan tengah untuk merangkul dan merebut hati pendukung Prabowo untuk menjaga kondisi tetap kondusif. Langkah itu, sangat wajar karena pasca-Pemilu 2019 yang penuh ketegangan, memerlukan suasana yang kembali kondusif dan merebut kembali kepercayaan publik.

"Saya kira potensi konflik khususnya dalam konteks relasi TNI dan Polri yang dibangun antara Kapolri dan Panglima TNI selama dua tahun terakhir akan terganggu," sambungnya.

Menurut dia, penjamin penangguhan penahanan itu merupakan otoritatif Panglima TNI dan sudah tepat dilakukan. Terlepas dari kenyataan bahwa Soenarko adalah pensiunan Kopassus yang merupakan angkatan darat.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement