nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bertemu Mantan Teroris, Ganjar: Mereka Juga Anak Bangsa

Jum'at 28 Juni 2019 17:45 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 28 1 2072244 bertemu-mantan-teroris-ganjar-mereka-juga-anak-bangsa-usznqh7eOm.jpg Ganjar Pranowo (Foto: Pemprov Jateng)

SOLO – Tak mudah bagi seseorang yang pernah menjadi narapidana untuk kembali hidup bermasyarakat. Terlebih pernah menjadi bagian dari kelompok yang sering menebar teror di negeri ini. Namun, dikucilkan bukanlah solusi. Karena mereka juga harus kembali menjalani kehidupan dan kembali tertawa.

Para mantan terorisme tampak asyik bersenda gurau dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada Jumat 28 Juni 2019 di Solo. Ganjar berkumpul dengan para mantan narapidana terorisme itu dalam rangka menghadiri halal bihalal yang digelar Yayasan Gema Salam. Yayasan yang menghimpun para eks napi terorisme untuk mendampingi mereka menjalani kehidupan normal selepas penjara.

Nah, Ganjar yang didaulat memberikan sambutan justru memanfaatkannya sebagai ajang canda tawa. Ia menyapa bahkan meledek para mantan teroris itu selayaknya tengah reuni dengan para sahabat lama.

"Saya penasaran, mas Jack Harun ini aslinya darimana?" tanya Ganjar begitu naik panggung pada acara halal bihalal mantan napi terorisme di Hotel Salaview Solo, Jumat (28/6/2019).

"Jogja pak, dari Gunung Kidul," jawab Jack yang nampak kaget. Mantan anak buah pelaku Bom Bali, Noordin M Top itu tak menyangka, Ganjar membuka sambutan dengan menanyakan daerah kelahirannnya.

Belum habis kekagetan Jack, ia dibuat terpingkal-pingkal mendengar respon Ganjar.

"Owh dari Gunung Kidul? Mosok ono jeneng Jack Harun ning Gunung Kidul (masa ada nama Jack Harun di Gunung Kidul). Saya tahunya orang Gunung Kidul itu namanya Tugimin," canda Ganjar.

Kolega Jack yang berkumpul di Hotel Salaview juga tak kuasa menahan tawa ketika Ganjar meneruskan ledekannya.

"Mas Jack sekarang jualan soto ayam, katanya ayamnya dipilih yang tua-tua. Lha pasti alot dagingnya, kan ayame wis mbah-mbah," sergahnya.

Tawa kembali pecah di ruangan berukuran 10 x 20 meter itu. Selain Jack, puluhan mantan napiter lain juga datang. Selepas menjalani hukuman, rata-rata sekarang sibuk berdagang. Dari jualan soto, usaha bengkel, hingga laundri.

Melihat kekocakan Ganjar, puluhan kolega Jack pun tak sungkan lagi tertawa lebar. Setelah acara, mereka pun merubung Ganjar. Ada yang hanya salaman, ada yang mengajak swafoto sebagai kenang-kenangan.

Para mantan napi nampak senang karena merasa diterima sebagai teman. Padahal dalam keseharian selepas penjara, masih banyak anggota masyarakat yang alergi pada mereka.

Stigma sebagai mantan teroris rupanya masih melekat kuat. Untuk meluruhkannya, Jack tak kurang akal. Ia membuat program soto gratis setiap Jumat.

Sambutan Ganjar yang lepas menurutnya menjadi suatu hal yang menggembirakan. Dengan ini ia berharap stigma sebagai teroris pelan-pelan menghilang.

"Semoga menjadi bukti bagi masyarakat bahwa kami sudah bisa membaur, berbagi, dan melepas masa lalu yang kelam," tandasnya.

Ganjar sendiri mengaku sepakat dengan ide penerimaan kembali para eks napiter. Menurutnya, jika mereka sudah berikrar kembali pada NKRI maka Negara wajib melindungi dan mendampingi.

"Pasti akan kami bantu, toh mereka juga anak bangsa. Caranya ya sosialisasi kepada masyarakat untuk memulihkan mereka, bantuan akses kredit, pelatihan dan pendampingan," tandasnya.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini