nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

AS Jatuhkan Sanksi terhadap Putra Presiden Venezuela

Agregasi VOA, Jurnalis · Sabtu 29 Juni 2019 08:48 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 29 18 2072478 as-jatuhkan-sanksi-terhadap-putra-presiden-venezuela-I5H1Sk1PwA.jpg Putra Presiden Venezuela dan Maduro (VoA)

AMERIKA SERIKAT - Amerika telah menjatuhkan sanksi terhadap putra Presiden Venezuela Nicolas Maduro, langkah terbaru dalam kampanye Amerika untuk memaksa pemimpin sosialis itu mundur dari jabatannya.

Departemen Keuangan Amerika hari Jumat (28/6) mengatakan akan membekukan semua aset milik Nicolas “Nicolasito” Maduro Jr. di Amerika, dan melarang individu atau pebisnis Amerika berbisnis dengannya.

 Baca juga: Presiden Venezuela Nicolas Maduro Sebut Biaya Pembunuhan Dirinya Capai Rp284 Juta

Menteri Keuangan Steve Mnuchin dalam sebuah pernyataan mengatakan Maduro bergantung pada “Nicolasito dan sejumlah orang lain yang dekat dengan rejim otoriternya untuk mempertahankan cengkeraman pada ekonomi dan menekan rakyat Venezuela.”

Badan Amerika itu menuduh Maduro Jr. terlibat dalam propaganda dan sensor, mengambil keuntungan dari tambang-tambang Venezuela dan menekan militer untuk mencegah masuknya bantuan kemanusiaan ke negara itu.

 Baca juga: Perekonomian Venezuela Runtuh, Warga Kembali ke "Sistem Barter"

Seorang pejabat senior pemerintah Trump mengatakan Amerika sedang mempertimbangkan sanksi tambahan terhadap anggota-anggota keluarga Maduro lainnya.

Amerika sudah menjatuhkan sanksi terhadap Maduro pada tahun 2017. Sejak terpilih dua tahun lalu, ia telah menghadapi terus meningkatnya krisis ekonomi, politik dan kemanusiaan yang disertai kelangkaan bahan-bahan kebutuhan pokok, seperti pangan dan obat-obatan, yang sangat luar biasa.

Amerika mengatakan krisis di Venezuela itu telah memaksa sekitar empat juta orang meninggalkan negara itu sejak 2015 lalu.

 Baca juga: Maduro Sebut Pembicaraan dengan Oposisi di Norwegia untuk Ciptakan Perdamaian

Amerika dan sekitar 50 negara lainnya telah mengakui pemimpin oposisi Juan Guaido sebagai presiden sah negara itu. Kampanye Guaido untuk menggulingkan Maduro selama hampir enam bulan ini masih belum membuahkan hasil, meskipun ada pengakuan dari sejumlah pemimpin dunia.

Suratkabar Washington Post, mengutip “pejabat-pejabat” yang tidak disebut namanya, awal bulan ini melaporkan bahwa Presiden Amerika Donald Trump tidak tertarik pada Venezuela selama Maduro masih berkuasa; laporan yang disangkal pemerintahan Trump.

Trump hari Jumat (28/6) mengatakan pertemuan dengan Presiden Brazil Jair Bolsonaro di sela-sela KTT G20, di mana ia menyangkal bahwa Amerika telah kehilangan momentum untuk mencapai tujuan-tujuannya di Venezuela.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini