Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Beredar Kabar Ladang Cabai di Magetan Diserang Virus, Ini Faktanya

Beredar Kabar Ladang Cabai di Magetan Diserang Virus, Ini Faktanya
Foto: Kementan
A
A
A

Sebagai informasi, dalam pemberitaan dan medsos kemarin, tertulis nama petaninya Tukiran, padahal yang diwawancarai bernama Sarkan. Bahkan Sarkan bukan petani melainkan pekerja di lahan milik orang lain.

"Lahan yang di ramai medsos itu milik pak Agus. Luas lahan 2.500 meter dengan jumlah tanaman 4.500 batang, kok di medsos simpang siur gitu ya," ucap Sujono.

Koordinator POPT Kabupaten Magetan, Sumarlan mengatakan, hasil pengamatan pihaknya di Desa Nitikan dan Pacalan, serangan virus terhadap tanaman cabai prosentasenya sangat rendah dan tidak sampai meluas. Faktanya tak lebih dari 1% (yang terserang virus), hanya pada luasan 0,2 hektaran atau sekitar 3.400 an batang cabai keriting.

"Padahal satu Kecamatan Plaosan luas lahan cabai mencapai 6.488 hektare. Jadi sangat kecil sekali yang terserang. Tak sampai berhektare-hektare di tiga desa terserang semua seperti yang diberitakan. Ngawur itu beritanya," katanya.

Menurut Sumarlan, beberapa tanaman memang ada yang terkena gangguan jamur tapi jumlahnya sedikit. Penyebab serangan virus dan jamur pada cabai karena petani tidak serempak waktu tanamnya. Selain itu cara budidaya cabai dinilaianya masih asal-asalan, semaian benih sudah terinfeksi virus serta baby bag yang tidak dilepas saat tanam sehingga menyebabkan perkembangan akar dan pertumbuhan tanaman terganggu.

"Penggunaan pestisida juga cenderung asal, karena petani rata-rata belum bisa membedakan antara hama, penyakit, atau fungi (jamur). Semua disamaratakan. Yang terjadi bukannya menekan malah membuat hama penyakit makin kebal," terangnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement