MANADO - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo direncanakan akan berkunjung ke Sulawesi Utara (Sulut). Jokowi direncanakan akan berkunjung selama 2 hari, Kamis dan Jumat, 4-5 Juli 2019 untuk memastikan apa saja yang akan diberikan pemerintah pusat demi mempercepat perkembangan pariwisata Sulut.
"Saya mendapat telefon dari sekretaris kabinet tentang kedatangan Presiden yang direncanakan Kamis dan Jumat ini khusus untuk melihat pariwisata Sulut. Presiden akan didampingi Menteri PUPR, Menteri Perhubungan, Bea Cukai dan Imigrasi,” ujar Gubernur Sulut Olly Dondokambey saat memimpin rapat persiapan bersama jajaran Forkopimda untuk menyambut kedatangan orang nomor satu di Indonesia tersebut, Rabu (3/7/2019).
Dalam rencana kunjungan, Jokowi akan meninjau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Likupang di Kabupaten Minahasa Utara, Pelabuhan Samudera Bitung, Pelabuhan Manado, Jalan Tol Manado-Bitung. Selain itu rencananya Jokowi akan membagikan sebanyak 2.000 sertifikat tanah gratis kepada masyarakat di Graha Gubernuran.

Sulut memang istimewa bagi Jokowi. Betapa tidak, kedatangan Jokowi ke Sulut pada Kamis besok akan menjadi kunjungan keenam kalinya kepala negara di Bumi Nyiur Melambai.
Khusus di era Gubernur Olly Dondokambey, kunjungan Jokowi merupakan yang kelima kalinya pada esok hari. Menurut catatan, Kunjungan pertama Jokowi ke Sulut pada tanggal 26 Desember 2016. Saat itu Jokowi meresmikan sejumlah proyek PLTP Geotermal dan menghadiri Natal Nasional di Tondano.
Baca Juga: Bertemu di Istana, Gubernur Sulut Pastikan Jokowi Akan Tuntaskan Infrastruktur
Kemudian Jokowi mengunjungi Sulut pada tanggal 19 Oktober 2016 untuk meresmikan bandara di Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud. Selanjutnya, kunjungan ketiga dilakukan Jokowi pada tanggal 15 November 2017 untuk menghadiri acara GMNI di Graha Gubernuran Bumi Beringin Manado.
Adapun kunjungan keempat Jokowi pada tanggal 31 Maret 2019 untuk menghadiri Konferensi Gereja dan Masyarakat (KGM) X Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) di Sutan Raja Convention Centre, Kabupaten Minahasa Utara.
(Khafid Mardiyansyah)