Dia menjelaskan, selain perbuatan mengemis sebagai pelanggaran hukum, mengaku sebagai tunawisma pun berpotensi sebagai "penipuan.
Travaglini menggambarkan bagaimana para tunawisma "benaran" yang diakuinya memang banyak terdapat di beberapa kota besar Australia saat ini.
"Umumnya mereka ini rentan dan butuh bantuan. Mereka tunawisma benaran. Sedangkan para tersangka sengaja masuk ke negara ini untuk mendapatkan uang dari niat baik warga Melbourne," jelasnya kepada ABC News.
"Kita memang termasuk murah hati, namun kita tidak akan menolerir perilaku semacam itu," tegas Inspektur Travaglini.
Para tersangka juga, katanya, ditawarkan untuk dirujuk ke lembaga sosial yang menangani tunawisma yaitu Salvation Army. Namun hanya satu orang yang menerima tawaran itu.
