nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nepal Larang Warga Tibet Rayakan Ulang Tahun Dalai Lama di Kathmandu

Rahman Asmardika, Jurnalis · Senin 08 Juli 2019 12:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 08 18 2075974 nepal-larang-warga-tibet-rayakan-ulang-tahun-dalai-lama-di-kathmandu-uMAkNXCE3T.jpg Dalai Lama. (Foto: AFP).

KATHMANDU - Komunitas Tibet di Nepal membatalkan rencana untuk memperingati ulang tahun pemimpin spiritual mereka, Dalai Lama setelah permintaan izin yang mereka ajukan untuk menggelar perayaan publik ditolak oleh pihak berwenang. Penolakan tersebut dikarenakan adanya kecemasan mengenai isu keamanan.

Dalai Lama menginjak usia 84 tahun pada Sabtu dan para pengikutnya di Nepal berharap untuk merayakan acara itu di Ibu Kota, Kathmandu, tetapi pemerintah Nepal menolak permintaan mereka.

China, yang menganggap Dalai Lama sebagai tokoh separatis yang berbahaya, telah meningkatkan pengaruhnya di negara Himalaya yang menjadi rumah bagi sekitar 20.000 warga Tibet.

Nepal adalah daerah buffer alami antara China dan India dan dianggap oleh Delhi sebagai sekutu. Akan tetapi China juga telah membuat kemajuan dalam hubungannya dengan Nepal dengan menuangkan investasi bantuan dan infrastruktur ke salah satu dari 10 negara termiskin di dunia itu.

Beijing mengirim pasukan ke Tibet yang terpencil dan pegunungan pada 1950 dalam apa yang secara resmi disebut pembebasan damai dan telah memerintah di sana dengan tangan besi sejak itu. Dalai Lama melarikan diri ke India pada awal 1959 setelah pemberontakan yang gagal melawan pemerintahan China.

Krishna Bahadur Katuwal, asisten administrator distrik Kathmandu, mengatakan pemerintah menolak izin bagi warga Tibet untuk merayakan ulang tahun Dalai Lama karena kemungkinan ada "penyusup" yang dapat membuat masalah.

"Mungkin ada masalah hukum dan ketertiban karena penyusup dapat mengatur demonstrasi atau mencoba bakar diri," kata Katuwal sebagaimana dilansir AFP, Senin (8/7/2019).

Pihak berwenang Nepal juga sebelumnya menahan warga Tibet yang berusaha menyeberangi perbatasan dalam perjalanan ke India setelah melarikan diri dari tanah air mereka yang disengketakan.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia mengatakan Nepal menghadapi tekanan kuat dari China untuk mengendalikan arus orang-orang Tibet yang melintasi perbatasan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini