nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jelang Munas, Partai Golkar Nonaktifkan 10 Ketua DPD

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Kamis 11 Juli 2019 21:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 11 337 2077801 jelang-munas-partai-golkar-nonaktifkan-10-ketua-dpd-oPbcohP98r.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Partai Golkar dikabarkan telah menonaktifkan sejumlah Ketua DPD tingkat II lantaran dianggap tak sesuai dengan arahan DPP partai.

Ketua DPD yang dinonaktifkan itu di antaranya Ketua DPD Kota Ambon, Kabupaten Tual, Kabupaten Buru, Kabupaten Seram Bagian Timur, Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Seram Bagian Barat, Kabupaten Maluku Barat Daya, Kabupaten Maluku Tenggara, Kabupaten Buru Selatan, dan Kabupaten Kepulauan Aru.

Menilai hal itu, Pengamat Politik dari Universitas Jember, Muhammad Ikbal menilai posisi Bambang Soesatyo (Bamsoet) dalam pencalonan Ketua Umum Partai Golkar semakin kuat.

Baca Juga: Ketua DPD Golkar Cirebon Dipecat karena Dukung Bamsoet

Hal ini dikarenakan posisi Bamsoet ini tak lebih disebabkan sikap otoriter Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto yang menonaktifkan beberapa pengurus DPD yang kabarnya mendukung pencalonan Bamsoet.

"Jika benar sikap Airlangga tersebut, maka memberikan dampak positif bagi Bamsoet untuk naik menjadi Golkar-1," ungkap Ikbal kepada wartawan di Jakarta, Kamis (11/7/2019).

Ikbal memandang, sikap Airlangga itu lantaran diduga Airlangga khawatir terhadap Bamsoet yang solid mendukungnya mulai di akar rumput maupun DPD dan senior.

"Bisa juga itu bentuk kekhawatiran Airlangga," tutur Ikbal.

Ilustrasi Golkar

Terpisah, pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura, Surokim Abdussalam menilai Golkar harus lebih progresif agar bisa tetap kuat bersaing dengan parpol lain menghadapi Pemilu 2024. Oleh sebab itu, dalam Munas mendatang diperlukan sosok kandidat Ketua Umum yang progresif. Menurut Surokim sosok ada dalam Bambang Soesatyo.

"Bamsoet punya keunggulan yakni lebih progresif dan bisa komunikasi dengan kader senior juga elite politik lain dan Presiden Jokowi," kata Surokim.

Surokim juga menyebutkan nilai plus Bamsoet meruapakan sosok milenial dan energik, karena itu diprediksi bisa menyasar pemilih pemula yang jumlahnya cukup besar.

"Ini modal besar Bamsoet," tegas Surokim.

Sebagaimana diketahui, Bamsoet sudah santer terdengar untuk maju menjadi pesaing petahana Airlangga Hartarto dalam Munas Golkar.

Hingga saat ini, Bamsoet belum juga melakukan deklarasi karena jadwal Munas belum juga ditentukan. Sesuai rencana, Munas partai berlambang pohon beringin tersebut akan digelar pada Desember mendatang.

Mengebai dinamika yang terjadi akhir-akhir ini dalam kontestasi sebagai ketum, Surokim menyayangkan jika terjadi penonaktifan beberapa pengurus Golkar yang mendukung salah satu calon.

"Harusnya demokrasi dicontohkan oleh Golkar. Dengan tujuan agar Golkar kuat," tukas Surokim.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini