BENGKULU - Menunaikan ibadah haji merupakan salah satu momen spesial bagi umat muslim di Indonesia pada umumnya. Khususnya masyarakat provinsi Bengkulu. Di mana untuk menjadi tamu Allah SWT ini calon jamaah haji musti mengantri bertahun-tahun.
Selain keberangkatan ke tanah suci, kepulangan jamaah haji dari menjalankan rukun Islam kelima tersebut tentu di tunggu-tunggu keluarga, kerabat, teman hingga tetangga. Mereka menanti kepulangan jamaah haji dalam keadaan selamat dan sehat.
Musim haji tahun ini kantor wilayah (Kanwil) kementerian agama (Kemenag) provinsi Bengkulu memberangkatkan sebanyak 1.950 calon jamaah haji (CJH). Terbagi lima kelompok terbang (Kloter). Kloter 6 Padang, 7, 8, 11 dan Kloter 12 Padang.

Rinciannya, kloter 6 sebanyak 393 CJH, kloter 7 sebanyak 393 CJH, kloter 8 sebanyak 393 CJH, kloter 11 sebanyak 393 CJH dan kloter 12 sebanyak 378 CJH. Ribuan CJH diberangkatkan melalui embarkasi haji Antara Bengkulu.
"Tahun ini calon jamaah haji asal Bengkulu diberangkatkan sebanyak 1950 orang. Jumlah itu berasal dari 10 kabupaten dan kota di Bengkulu," kata Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Bengkulu, Bustasar, saat ditemui Okezone.
Pulang dari Tanah Suci Jamaah Haji Diiringi 40 Malaikat?
Ribuan CJH asal provinsi berjuluk "Bumi Rafflesia" diperkirakan akan kembali ke Tanah Air pada pertengahan Agustus 2019. Kepulangan dari jamaah haji tersebut tidak terlepas mitos yang dipercaya masyarakat Indonesia. Khususnya, Bengkulu.
Konon, jamaah haji dari Tanah Suci tersebut membawa keajaiban usai menunaikan ibadah yang telah dijalankan tidak kurang dari 40 hari tersebut. Tidak heran banyak yang menunggu kepulangan jamaah haji.
Lantas apa keajaiban jamaah haji usai menunaikan ibadah di tanah suci? Salah satunya, diikuti 40 malaikat? Konon, mereka dipercaya masih diikuti malaikat selama 40 hari. Tak heran masyarakat berduyun-duyun untuk menyambut kepulangan dari jamaah haji.

Masyarakat suku Lembak di Kota Bengkulu, misalnya. Keyakinan kedatangan 40 malaikat ke kediaman jamaah haji tersebut diketahui cerita terdahulu dari orangtua Suku Lembak secara turun menurun.
Di mana jamaah haji yang baru pulang itu belum boleh turun dari rumah selama 40 hari. Baik kaum adam maupun kaum hawa. Terkecuali, hari Jumat untuk menunaikan ibadah salat Jumat di masjid bagi kaum Adam.
Keyakinan kedatangan 40 malaikat itu ditandai dengan adanya perubahan bagi jamaah haji. Ketika sebelum berangkat dan sesudah berangkat dari Tanah Suci. Di mana jamaah haji telah meninggalkan segala hal yang dilarang agama serta lainnya.
Lalu, jamaah haji juga lebih taat beribadah setiap hari dibandingkan sebelum berangkat ke Tanah Suci. Mereka disebut Haji Mabrur. Masyarakat juga percaya dalam 40 hari itu setiap hari malaikat selalu pulang atau pergi satu per satu.
Tokoh Agama Kelurahan Panorama Kecamatan Singaran Pati Kota Bengkulu, H. Fachruddin, HN mengatakan, jamaah haji yang diiringi 40 malaikat tersebut tidak semua jamaah haji.
Kedatangan malaikat tersebut, sampai bapak dari tiga orang anak ini, dipercaya ketika jamaah haji pulang dari Tanah Suci akan merasakan sesuatu perubahan dalam diri mereka. Misalnya, lebih taat beribadah, tidak berbuat atau menjauhi segala larangannya.
Perubahan secara drastis itu ketika mereka akan dialami setelah pulang dari Tanah Suci atau ketika jamaah belum menjadi tamu Allah SWT.
"Ini merupakan keyakinan. Ketika pulang dari naik haji jamaah akan mengalami perubahan lebih baik. Ketika perubahan itu dialami jamaah haji, maka disebut haji Mabrur," kata Fachruddin, ketika ditemui Okezone di kediamannya.
Namun, saat ini jamaah haji sudah keluar rumah sebelum 40 hari paska pulang dari Tanah Suci. Tak lagi berdiam diri di rumah, karena kepercayaan orangtua terdahulu.
"Sudah tidak lagi dilakukan. Pada tahun sebelumnya, jamaah yang baru pulang dari tanah suci sudah beraktivitas di luar rumah seperti biasa sebelum 40 hari," jelas Fachruddin.
Jamaah Haji Diiringi Malaikat, Ini Kata MUI dan Kemenag
Keyakinan jamaah haji yang pulang diikuti malaikat hanya sebatas cerita terdahulu. Sebab, malaikat selalu ada setiap hari pada setiap umat muslim. Hal tersebut merupakan keyakinan umat Islam.
Sehingga malaikat tidak hanya mengiringi jamaah haji yang baru pulang dari tanah suci usai menjalankan ibadah haji selama tidak kurang 40 hari.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bengkulu, Rohimin mengatakan, malaikat selalu ada dalam diri setiap manusia. Keberadaan malaikat itu merupakan keyakinan umat muslim.
Terkait adanya malaikat yang mengiringi jamaah haji ketika pulang ke Tanah Suci merupakan keyakinan. Namun, malaikat tidak hanya ada mendampingi jamaah haji ketika pulang dari tanah suci. Melainkan selalu ada setiap hari.
"Malaikat selalu ada sama kita itu keyakinan," kata Rohimin, kepada Okezone, Rabu 10 Juli 2019.

Perjalanan suci menuju Baitullah merupakan ibadah untuk memenuhi panggilan Allah SWT. Dalam menjalankan rukun Islam kelima ini jamaah haji membutuhkan bekal yang cukup. Bekal harta, serta ilmu yang merupakan bekal mutlak.
Sebab, dengan ilmu jamaah akan terbimbing dalam menunaikan ibadah haji-nya sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di mana ketika pulang ke tanah air jamaah haji mendapatkan identitas dari masyarakat.
Mereka akan memiliki nilai dalam masyarakat. Hal tersebut dilihat dari kualitas muslim ketika pulang dari tanah suci. Jika adanya kedatangan malaikat kekediaman jamaah haji hal tersebut hanya sebatas spritualitas.
"Kedatangan malaikat ke rumah jamaah haji yang baru pulang dari tanah suci, hanya cerita terdahulu berdasarkan keyakinan masyarakat. Tapi, malaikat selalu ada setiap hari dalam diri masing-masing dan selalu diawasi," kata Rohimin.
Rohimin juga mengatakan, belum menemukan hadits yang menerangkan jika ada malaikat yang mengiringi jamaah haji ketika pulang dari tanah suci.
"Saya belum ada menemukan dalil dan hadist tentang itu," jelas Rohimin.
Ditambahkan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Bengkulu, Bustasar, jamaah haji yang diiringi malaikat ketika pulang Tanah Suci hanya cerita terdahulu dan tidak mendasar.
Hal tersebut tidak musti dipercaya. Sebab, kata Bustasar, malaikat selalu ada setiap waktu, kapan saja dan di mana saja dalam diri manusia. Selain itu, kata Butasar, belum ada hadist dan dalil yang membenarkan jika jamaah haji yang baru pulang dari tanah suci diiringi malaikat hingga ke kediaman mereka.
"Setiap orang selalu diawasi malaikat. Setiap waktu, kapan saja dan di mana saja. Saya belum menemukan dalil dan hadist tentang jamaah haji yang diiringi malaikat ketika pulang ke tanha air hingga ke rumah jamaah haji," kata Bustasar.
Dalam diri manusia selalu diawasi malaikat. Malaikat pencatat amal (Raqib, Atid dan Mutalaqqiyan). Di mana malaikat pencatat amal manusia akan selalu berada dan mengirngi manusia yang telah baligh, tidak pernah lalai, kecuali dalam dua kondisi yang sedang dialami atau dilakukan manusia. Yakni, pada saat jinabah dan buang air.
"Malaikat yang mengiringi jamaah haji ketika pulang ke Tanah Air hingga ke rumah, tidak bisa dipercaya begitu saja. Itu salah kaprah. Sebab setiap saat malaikat itu selalu ada," ungkap Bustasar.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.