Pidato Visi Indonesia Jokowi Dinilai Lugas dan Lengkap

Erha Aprili Ramadhoni, Jurnalis · Senin 15 Juli 2019 14:04 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 15 605 2079055 pidato-visi-indonesia-jokowi-dinilai-lugas-dan-lengkap-IYDOTOnde5.jpg Jokowi pidato kemenangan di Sentul International Convention Center. (Foto : iNews)

JAKARTA – Pidato “Visi Indonesia” yang disampaikan Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) dinilai lugas dan lengkap. Jokowi dinilai dapat menyampaikan pidato tanpa beban.

Dalam pidato itu, Ketua Umum PP Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU), Ali Masykur Musa, mengatakan Jokowi fokus kepada ideologi maupun sumber daya manusia (SDM). Menurutnya, Jokowi tegas akan menjaga persatuan bangsa dalam bingkai Pancasila.

“Pidato Jokowi menurut saya lugas. Karena ini harus betul-betul akan jadi negara maju. Jangan sampai karena ideologi tidak ada persamaan kalimat yang mengikatkan antarsesama Indonesia,” ujarnya saat berbincang dengan Okezone di Jakarta, Senin (15/7/2019).

Menurutnya, Indonesia tidak akan maju jika hanya berkutat dengan konflik apalagi konflik ideologi. Menurutnya, masalah ideologi seharusnya sudah selesai jika melihat kesepakatan bangsa yakni Pancasila. “Kita mana mungkin maju kalau hanya bentrok, konflik. (Masalah-red) ideologi sudah selesai,” ucapnya.

Ia mengatakan penguatan ideologi Pancasila yang disampaikan mantan Gubernur DKI Jakarta itu merupakan satu prasyarat terjadinya stabilitas politik.

“Yang Jokowi sampaikan tentang penguatan ideologi Pancasila adalah bagian dari satu prasyarat terjadinya stabilitas politik dalam negeri dan ujungnya memberikan kepastian kepada publik dan internasional Indonesia,” ujarnya.

Ketum PP ISNU Ali Masykur Musa (erha)

Selain itu, Ali menyoroti masalah SDM yang disampaikan Jokowi dalam pidatonya di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Minggu (15/7/2019) malam.

Jokowi, menurut Ali, juga lugas bicara soal penguatan SDM. Dalam pidatonya Jokowi mengatakan akan menjamin kesehatan ibu hamil, balita, dan anak sekolah.

Menurutnya, dengan memfokuskan pembangunan pada SDM, Indonesia akan mendapat bonus demografi luar biasa. Dengan penguatan SDM ini, kata Ali, melengkapi fokus Jokowi pada periode pertama yakni pembangunan infrastruktur.


Baca Juga : Perindo: Jokowi Fokus Bangun SDM Setelah Membaca Tanda-Tanda Zaman

“Ketika 2030 terjadi bonus demografi semua dalam posisi usia produktif, stabilitas ada, maka ini melengkapi strategi pertama membangun infrastruktur. Jadi infrastruktur konektivitas antara wilayah oke, SDM oke, bonus demografi oke, pasti produktivitas negara juga akan tinggi,” tuturnya.

Secara keseluruhan, ia menambahkan, pidato Visi Indonesia semalam disampaikan Jokowi lengkap dengan roadmap bagus dan tanpa beban sehingga dapat kepercayaan publik.


Baca Juga : Pidato Jokowi Sangat Visioner & Kebijakannya Berkonsep Dynamic Governance

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini