nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gunakan Email Rusia, Hacker Retas Badan Pemerintah Bulgaria dan Curi Ribuan Data Finansial

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 16 Juli 2019 16:51 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 16 18 2079688 gunakan-email-rusia-hacker-retas-badan-pemerintah-bulgaria-dan-curi-ribuan-data-finansial-TgciZ1fQ3d.jpg Ilustrasi.

SOFIA – Beberapa peretas (hacker) berhasil mencuri ribuan data finansial pribadi warga Bulgaria dan membagikannya melalui email yang berbasis di Rusia dalam sebuah serangan siber. Pemerintah di Sofia mengatakan pada Selasa, 15 Juli bahwa serangan tersebut mungkin berhubungan dengan pembelian jet tempur F-16 baru dari Amerika Serikat (AS).

Menteri Dalam Negeri Bulgaria, Mladen Marinov mengatakan bahwa para peretas itu mengakses sistem Badan Pendapatan Nasional (NRA) pada Senin, sebelum mengirimkan informasi rahasia, yang diduga berasal dari peladen (server) Kementerian Keuangan, ke media lokal.

"Mungkin ini adalah kasus pertama di Bulgaria yang berhasil dan banyak data pribadi telah dicuri," kata Marinov kepada saluran bTV lokal sebagaimana dilansir Reuters, Selasa (26/7/2019).

Dia mengatakan serangan dunia maya itu mungkin dimotivasi oleh langkah Bulgaria untuk membeli delapan jet tempur Lockheed Martin F-16 baru senilai USD1,256 miliar dari AS. Pembelian itu adalah yang terbesar yang pernah dilakukan Bulgaria sejak akhir era komunisme.

"Analisis politik juga dapat diambil - email berasal dari situs Rusia ... dan keputusan penting untuk membeli pesawat F-16 dibuat kemarin," kata Marinov.

Bulgaria yang dahulu merupakan negara satelit Rusia, dalam satu dekade terakhir telah bergabung dengan Uni Eropa dan NATO, dan ingin mengganti armada jet tempur MiG-29 lawasnya dengan pesawat baru F-16.

Sebuah surat kabar terkemuka Bulgaria, 24 Chasa, mengatakan salah satu file yang di-email oleh peretas memiliki lebih dari 1,1 juta nomor identifikasi dengan angka-angka pendapatan, jaminan sosial dan kesehatan.

Menurut situs web lokal Mediapool, email itu berasal dari sebuah alamat dengan penyedia surat Rusia Yandex.

Belum ada komentar dari pihak berwenang di Moskow.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini